Berita olahraga

Iran Resmi Absen dari Piala Dunia 2026: Siapa yang Akan Menggantikannya?

Para pemain Iran berpose menjelang pertandingan sepak bola Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia antara Iran vs Korea Utara di Azadi Sports Complex di Teheran pada 10 Juni 2025. (Photo by ATTA KENARE / AFP)(AFP/ATTA KENARE)

Gardupedia.com – Kabar mengejutkan datang dari dunia sepak bola internasional. Pemerintah Iran melalui Menteri Olahraga dan Pemuda, Ahmad Donyamali, secara resmi menyatakan bahwa negaranya mundur dari kepesertaan Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Keputusan berat ini diambil menyusul situasi geopolitik yang memanas setelah adanya serangan udara dari Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Donyamali menegaskan bahwa kondisi saat ini sama sekali tidak memungkinkan bagi tim nasional Iran untuk bertanding, terutama karena faktor keamanan pemain yang tidak terjamin di negara penyelenggara.

“Kami tidak mungkin berpartisipasi dalam kondisi seperti ini, di mana pemerintah yang korup telah membunuh pemimpin kami,” ujar Donyamali. Ia juga menambahkan bahwa dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, Iran telah dipaksa menghadapi konflik yang memakan ribuan korban jiwa, sehingga suasana duka dan ketidakpastian keamanan menjadi alasan utama pengunduran diri tersebut.

Padahal, sebelumnya Presiden FIFA Gianni Infantino sempat menyampaikan bahwa Presiden AS Donald Trump memberikan jaminan bahwa tim Iran tetap dipersilakan untuk berkompetisi. Namun, pihak Iran tetap pada pendiriannya untuk memboikot turnamen tersebut.

Mundurnya Iran meninggalkan lubang di Grup G, yang juga dihuni oleh Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Mengingat Piala Dunia 2026 akan dimulai sekitar tiga bulan lagi (Juni 2026), FIFA harus segera mencari solusi agar jumlah pertandingan tetap sesuai komitmen komersial. Berdasarkan regulasi FIFA dan skenario yang beredar, ada tiga kandidat kuat yang berpotensi mengisi slot kosong tersebut:

MPR Putuskan Gelar Ulang Final LCC di Kalbar dengan Juri Independen Baru

  1. Sebagai tim dengan performa terbaik di Asia yang belum mendapatkan tiket otomatis, Irak menjadi kandidat terdepan. Saat ini Irak sebenarnya masih berjuang di babak play-off antarkonfederasi. Jika FIFA memutuskan menunjuk pengganti langsung, Irak kemungkinan besar akan naik kasta tanpa harus melewati laga tersebut.
  2. Jika Irak akhirnya lolos melalui jalur play-off murni, maka posisi kosong yang ditinggalkan Iran kemungkinan besar akan diberikan kepada Uni Emirat Arab sebagai tim peringkat berikutnya dalam kualifikasi zona Asia.
  3. Skenario ketiga adalah memberikan slot tersebut kepada tim dari konfederasi mana pun yang memiliki catatan terbaik di antara negara-negara yang gagal dalam babak play-off antarkonfederasi pada Maret ini.

Banyak publik tanah air bertanya-tanya apakah Indonesia memiliki peluang untuk masuk ke putaran final sebagai pengganti. Namun, berdasarkan peringkat kualifikasi zona Asia (AFC) dan regulasi FIFA yang memprioritaskan tim dengan performa tertinggi di kualifikasi terakhir, peluang Indonesia dinilai sangat kecil.

Irak dan Uni Emirat Arab memiliki posisi yang jauh lebih logis secara teknis untuk mengisi kekosongan tersebut dibandingkan Indonesia. Meski demikian, keputusan akhir berada sepenuhnya di tangan Dewan FIFA yang memiliki kewenangan penuh (diskresi) untuk menunjuk tim pengganti.

Hingga saat ini, FIFA belum memberikan pernyataan resmi terkait negara mana yang akan ditunjuk secara resmi untuk menggantikan posisi Iran di Grup G.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Wamenkum Tegaskan di MK bahwa Kedudukan Polri Berbeda dengan Kementerian

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *