Berita Internasional

Kapal Perancis Jadi Pertama Eropa yang Tembus Blokade Selat Hormuz

Ilustrasi kapal kontainer. Kapal Perancis berhasil melewati Selat Hormuz.(Freepik/Slon.Pics)

Gardupedia.com – Untuk pertama kalinya sejak ketegangan militer melanda kawasan Teluk, sebuah kapal komersial milik perusahaan Perancis berhasil melintasi Selat Hormuz. Keberhasilan ini menandai kapal pertama asal Eropa Barat yang mampu melewati jalur strategis tersebut setelah Iran memperketat kontrol wilayah perairannya menyusul konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Kapal yang dimaksud adalah CMA CGM Kribi, sebuah kapal peti kemas berbendera Malta yang dioperasikan oleh raksasa pelayaran Perancis, CMA CGM. Berdasarkan data pelacakan kapal, Kribi memulai perjalanannya dari perairan dekat Dubai menuju Selat Hormuz pada Kamis, 2 April 2026. Kapal tersebut terpantau berlayar sangat dekat dengan pesisir Iran, melintasi koridor laut di antara Pulau Qeshm dan Pulau Larak sebelum akhirnya mencapai perairan aman di lepas pantai Muscat, Oman, pada Jumat pagi.

Keberhasilan pelintasan ini diyakini tidak lepas dari strategi komunikasi kapal di laut. Sebelum memasuki wilayah teritorial Iran, sistem informasi kapal dilaporkan mengubah data tujuannya menjadi “Owner France” (Pemilik Perancis). Langkah ini dipandang sebagai sinyal terbuka kepada otoritas Iran mengenai kewarganegaraan pemilik kapal, mengingat posisi politik Perancis yang cenderung memilih jalur diplomasi ketimbang konfrontasi militer dalam krisis ini.

Presiden Perancis baru-baru ini menyatakan kritik terhadap pendekatan militer Amerika Serikat untuk membuka paksa Selat Hormuz. Macron menilai solusi militer tidak realistis dan justru membahayakan jalur perdagangan. Ia lebih mendorong adanya gencatan senjata dan negosiasi.

Teheran dilaporkan mulai melonggarkan blokade secara selektif bagi negara-negara yang dianggap netral atau tidak menunjukkan permusuhan. Sebelumnya, izin serupa telah diberikan kepada kapal-kapal dari China, Jepang, Filipina, dan Pakistan.

MPR Putuskan Gelar Ulang Final LCC di Kalbar dengan Juri Independen Baru

Keberhasilan Kribi memberikan harapan bagi industri pelayaran global, mengingat sekitar 14 kapal milik perusahaan Perancis lainnya sempat tertahan di Teluk Persia akibat penutupan jalur ini.

Meskipun pihak CMA CGM maupun kementerian luar negeri Perancis belum memberikan komentar resmi, pelintasan ini dianggap sebagai kemenangan diplomasi bagi Perancis di tengah kebuntuan konflik Timur Tengah yang telah mengganggu pasokan energi dunia.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *