Berita Regional

Kebakaran Semeru Hanguskan 592 Hektare Lahan TNBTS, Pendakian Ditutup Total

Kondisi kebakaran Semeru dipantau dari Ranupane(KOMPAS.com/MIFTAHUL HUDA)

Gardupedia.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus meluas. Hingga Senin (31/8/2026), luasan areal yang terdampak telah menembus 592 hektare dan berpotensi terus bertambah seiring belum padamanya kobaran api di sejumlah titik.

Peristiwa kebakaran ini pertama kali terdeteksi pada Rabu (26/8/2026) di Blok Ranu Kembang. Kobaran api kemudian menjalar cepat ke berbagai zona vegetasi, termasuk merembet ke jalur pendakian utama Gunung Semeru.

Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS (BBTNBTS), Bambang Suryono, mengonfirmasi bahwa saat ini masih tersisa tiga titik api aktif yang menjadi fokus penanganan petugas di lapangan.

“Titik api saat ini ada tiga dan berusaha dipadamkan oleh petugas,” ujar Bambang pada Senin (31/8/2026). Tiga lokasi tersebut meliputi kawasan Blok Cemoro Kandang, area jalur pendakian sekitar Pos 1, serta Gunung Kukusan.

Meskipun api di kawasan ikonik seperti Danau Ranu Kumbolo dan Tanjakan Cinta dilaporkan sudah berhasil dipadamkan, ancaman kebakaran masih mengintai jalur Pos 1 hingga Pos 4. Upaya pemadaman dilaporkan mengalami kendala berat akibat topografi lereng yang curam, lokasi yang sulit dijangkau tim darat, serta keterbatasan sarana penanggulangan.

Timnas U20 Indonesia Tahan Imbang Malaysia 0-0 di Laga Perdana Kualifikasi Piala Asia U20 2027

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menyatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah menyekat pergerakan api agar tidak mendekati area pemukiman dan lahan pertanian warga.

“Luasan yang terbakar sebagaimana informasi dari TNBTS kurang lebih 592 hektar. Tindakan petugas saat ini melakukan pemantauan agar api tidak ke permukiman atau ke area pertanian warga,” kata Isnugroho.

Guna menjamin keselamatan dan meminimalkan risiko bencana yang lebih luas, BBTNBTS telah menutup total seluruh aktivitas wisata pendakian Gunung Semeru hingga batas waktu yang belum ditentukan. Tim gabungan terus bersiaga di perbatasan kawasan untuk memantau pergerakan angin dan mencegah luapan api ke wilayah berpenduduk.

Ahmad Muzani Berharap Kepemimpinan Baru PBNU Terus Jaga Persatuan dan Toleransi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *