Berita Business Ekonomi

Kemendag Targetkan Harga Minyakita Kembali ke Rp15.700 Sebelum Bulan Puasa

Kemendag menargetkan harga minyak goreng rakyat Minyakita kembali sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter sebelum Ramadan 2026. Ilustrasi.

Gardupedia.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memberikan jaminan bahwa harga minyak goreng subsidi pemerintah, Minyakita, akan segera kembali ke angka Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter. Target ini dipatok dapat tercapai sebelum memasuki bulan suci Ramadan 2026.

Iqbal Shoffan Shofwan, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, menyatakan optimisme bahwa penyesuaian harga ini mulai terlihat pada akhir Januari atau awal Februari mendatang. Langkah utama yang diambil pemerintah untuk menekan harga adalah dengan menerapkan aturan wajib setor pasokan.

Berdasarkan Permendag Nomor 43 Tahun 2025 yang berlaku sejak akhir Desember lalu, perusahaan swasta diwajibkan menyalurkan minimal 35 persen dari kewajiban pasok domestik (Domestic Market Obligation/DMO) mereka melalui BUMN Pangan, yakni Bulog dan ID Food.

Hingga pertengahan Januari 2026, realisasi penyaluran tersebut baru mencapai sekitar 14 persen. Namun, Iqbal memastikan bahwa sejumlah produsen besar telah menyepakati kontrak dengan BUMN Pangan untuk memenuhi kewajiban tersebut. Dengan masuknya pasokan secara masif melalui jalur BUMN, pemerintah yakin harga di pasar akan terkontrol.

Saat ini, rata-rata harga Minyakita secara nasional masih tertahan di angka Rp16.800 per liter, atau sekitar Rp1.100 lebih mahal dari HET yang ditetapkan. Harga ini terpantau stabil namun tinggi dalam tiga bulan terakhir.

MPR Putuskan Gelar Ulang Final LCC di Kalbar dengan Juri Independen Baru

Selain melakukan intervensi pasokan, Kemendag juga mengimbau kelompok masyarakat kelas menengah ke atas agar beralih ke minyak goreng premium yang harganya berada di kisaran Rp22.000 hingga Rp23.000 per liter. Hal ini dilakukan agar stok Minyakita benar-benar terserap oleh masyarakat berpenghasilan rendah yang menjadi sasaran utama subsidi tersebut.

Melalui skema distribusi baru ini, pemerintah berharap stabilitas harga pangan, khususnya minyak goreng, dapat terjaga dengan baik menjelang periode puncak konsumsi di bulan Ramadan dan Lebaran.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *