Berita Internasional olahraga

Ketegangan Thailand-Kamboja Memuncak; Atlet Kamboja Mundur dari SEA Games, Donald Trump Tawarkan Diri Jadi Mediator

Delegasi Kamboja menghadiri upacara pembukaan SEA Games ke-33 pada malam 9 Desember. Foto: SN

Gardupedia.com – Kamboja secara resmi menarik seluruh kontingen atletnya dari ajang SEA Games yang diselenggarakan di Thailand pada hari Rabu (10/12/2025). Keputusan mendadak ini dipicu oleh alasan keamanan dan kekhawatiran serius dari keluarga atlet menyusul kembali pecahnya bentrokan bersenjata di wilayah perbatasan antara kedua negara.

Eskalasi konflik ini menarik perhatian internasional, terutama dari mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyatakan kesiapannya untuk kembali turun tangan. Berbicara dalam sebuah acara kampanye di Pennsylvania, Trump mengumumkan rencana untuk segera melakukan panggilan telepon demi menghentikan pertempuran yang kembali terjadi. Ia menyebutkan tujuannya adalah menyelamatkan kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya ia mediasi pada bulan Juli.

Konflik, yang kembali memanas sejak Senin, melibatkan saling tuding antara Bangkok dan Phnom Penh mengenai siapa yang memulai serangan terhadap warga sipil. Meskipun Penasihat Utama Perdana Menteri Kamboja Hun Manet menegaskan negaranya “siap untuk berunding kapan saja,” Menteri Luar Negeri Thailand justru menyatakan bahwa situasi saat ini tidak kondusif untuk dimediasi oleh pihak ketiga.

Kedua belah pihak saling memberikan klaim tentang penggunaan kekuatan militer thailand menuduh pasukan Kamboja menembakkan roket BM-21 yang mendarat di dekat Rumah Sakit Phanom Dong Rak di distrik Surin, yang mengakibatkan evakuasi pasien dan staf. Mereka juga melaporkan penggunaan drone dan tank Kamboja di titik-titik perbatasan, termasuk dekat kompleks Kuil Preah Vihear yang disengketakan.

Militer Kamboja membalas dengan menuduh Thailand menggunakan tembakan artileri dan drone bersenjata di provinsi Pursat, menembakkan mortir ke permukiman warga di Battambang, serta mengerahkan jet tempur F-16 yang diduga memasuki wilayah udara Kamboja dan menjatuhkan bom di dekat area sipil.

Marc Marquez: Saya Akan Pensiun Lebih Cepat di Moto GP, Ini Sebabnya.

Sebelumnya, Donald Trump berperan penting dalam memediasi gencatan senjata yang mengakhiri pertempuran lima hari pada bulan Juli, yang merupakan bentrokan terberat dalam sejarah modern kedua negara dan menewaskan sedikitnya 48 orang.

Ketegangan terbaru dipicu setelah Thailand bulan lalu menangguhkan langkah deeskalasi yang telah disepakati. Penangguhan itu terjadi setelah seorang tentara Thailand kehilangan anggota tubuh akibat ranjau darat yang, menurut Bangkok, baru dipasang oleh Kamboja. Tuduhan pemasangan ranjau tersebut secara tegas dibantah oleh Kamboja.

Hingga Selasa malam, kedua negara melaporkan korban jiwa yang signifikan. Kementerian Pertahanan Kamboja melaporkan sembilan warga sipil tewas dan 20 lainnya terluka parah sejak Senin. Sementara itu, pejabat Thailand mengonfirmasi empat tentara tewas dan 68 lainnya mengalami luka-luka. Ratusan ribu penduduk dilaporkan telah dievakuasi dari area perbatasan oleh kedua negara.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Editor : Robbi Firmansyah (Tim Redaksi Gardupedia.com)

Pemerintah Temukan Cadangan Gas Raksasa Baru di Kalimantan Timur

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *