Politik

Kontroversi Bupati Pati Sudewo, Warga Desak Mundur

Profil dan Rekam Jejak Bupati Pati Sudewo

Sudewo, sosok yang kini menjadi sorotan publik di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memiliki latar belakang yang cukup menarik. Sebagai Bupati Pati periode 2024–2029, ia kembali memimpin daerah ini setelah sebelumnya menjabat selama lima tahun pertama. Meskipun ada prestasi yang dicapainya selama masa jabatan pertamanya, kontroversi kebijakannya membuat masyarakat tidak nyaman dengan kepemimpinannya.

Lahir dan besar di Desa Slungkep, Kecamatan Kayen, Pati, Sudewo tumbuh dalam lingkungan pedesaan yang kental akan nilai gotong-royong. Pendidikan formalnya dimulai dari SMAN 1 Pati, kemudian melanjutkan studi S1 di Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan gelar Sarjana Teknik Sipil pada tahun 1991. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan magister di Universitas Diponegoro (UNDIP) dengan mengambil jurusan Teknik Pembangunan pada tahun 1993.

Karier profesional Sudewo dimulai di dunia konstruksi dengan bekerja di PT Jaya Construction pada tahun 1993–1994. Selanjutnya, ia bergabung dengan Departemen Pekerjaan Umum (PU) Kanwil Bali sebagai tenaga honorer pada tahun 1994–1995. Pengalaman organisasi di masa muda membawanya untuk terjun ke dunia politik, khususnya dalam upaya pengembangan daerah kelahirannya.

Karier Politik Sudewo

Sebelum menjabat sebagai Bupati Pati, Sudewo aktif sebagai anggota DPRD Jawa Tengah. Ia dikenal vokal dalam memperjuangkan isu infrastruktur dan pertanian. Nama Sudewo mulai dikenal lebih luas saat memenangkan Pilkada Pati dengan dukungan kuat dari Partai Gerindra. Ia juga pernah mencalonkan diri sebagai Bupati di Karanganyar berpasangan dengan Juliyatmono pada tahun 2002, meski akhirnya gagal terpilih.

Di Partai Gerindra, Sudewo pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Pemberdayaan Organisasi DPP Partai Gerindra pada tahun 2019. Selain itu, ia juga pernah menjadi anggota DPR RI periode 2009–2013 dan kembali terpilih pada periode 2019–2024. Sudewo dikenal dekat dengan Presiden Prabowo Subianto.

Bela Feri Amsari dan Ubedilah Badrun, Menteri Pigai Sebut Kritik Adalah Hak Konstitusi

Program dan Kebijakan yang Diterapkan

Selama masa jabatannya yang pertama (2017–2022), Sudewo menekankan program pembangunan desa, modernisasi pertanian, serta peningkatan fasilitas publik. Beberapa kebijakan yang diambil mendapat respons positif dan negatif dari masyarakat.

Di periode keduanya, Sudewo kembali terpilih sebagai Bupati Pati bersama Risma Ardhi Chandra sebagai Wakil Bupati. Salah satu kebijakan terbarunya adalah kenaikan pajak PBB-P2 sebesar 250 persen, yang dinilai membebani warga kecil. Meski ia menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan meningkatkan pendapatan daerah demi percepatan pembangunan infrastruktur dan fasilitas pelayanan publik, kebijakan tersebut memicu protes dari masyarakat.

Proyek dan Kebijakan Penting

Salah satu fokus utama Sudewo adalah pembangunan dan perbaikan jalan desa. Ia mengalokasikan anggaran besar untuk memperlancar akses transportasi antarwilayah. Program ini disambut positif oleh masyarakat pedesaan karena berdampak langsung pada ekonomi lokal.

Selain itu, ia juga mendorong revitalisasi pasar tradisional agar lebih tertata dan bersih. Namun, beberapa pedagang mengeluhkan proses relokasi sementara yang dianggap mengganggu pendapatan mereka.

Program pertanian modern juga diluncurkan, termasuk subsidi pupuk dan pelatihan teknologi pertanian. Namun, distribusi subsidi sempat menuai kritik karena dianggap tidak merata.

Strategi Pelatih Panjat Tebing Kejar Performa Puncak di Asian Games 2026

Pemerintahan Sudewo juga melakukan penataan ruang kota untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan estetika. Sayangnya, beberapa kebijakan relokasi pedagang kaki lima memicu aksi protes.

Kontroversi yang Menghiasi Kepemimpinan Sudewo

Kepemimpinan Sudewo tidak terlepas dari kontroversi. Salah satu yang menonjol adalah kebijakan relokasi PKL yang dinilai mendadak dan kurang melibatkan dialog dengan pedagang. Selain itu, proyek pembangunan infrastruktur sempat tersendat karena dugaan ketidaktertiban administrasi. Isu transparansi penggunaan APBD juga menjadi sorotan aktivis lokal.

Video sawerannya ke Trio Serigala yang dianggap seronoh di pendopo kantor Bupati juga viral beberapa waktu lalu. Netizen pun bereaksi dan menyoroti gaya kepemimpinan Sudewo usai video viral tersebut meski akhirnya ia meminta maaf.

Kebijakan kenaikan PBB-P2 sebesar 250% memicu gelombang protes masyarakat hingga hari ini. Video yang menampilkan Sudewo seolah menantang warga untuk berdemo menjadi viral dan menuai kritik luas. Meski akhirnya ia lunak dan meminta maaf kepada masyarakat, ia juga membatalkan rencana kenaikan PBB-P2 tahun ini.

Selain itu, pemecatan sepihak 220 pegawai RSUD Pati dengan dalih efisiensi juga memicu kemarahan. Kebijakan 5 hari sekolah juga mendapat penolakan dari tokoh agama dan masyarakat karena berpotensi mengganggu pendidikan agama lokal seperti TPQ dan madrasah sore.

Kader PPP Layangkan Gugatan Kepada Taj Yasin dan Agus Suparmanto

Hari ini menjadi penentuan bagi Sudewo dalam memimpin periode keduanya di Pati. Masyarakat menuntutnya untuk mundur secara ksatria karena sejumlah kontroversinya. Apakah tuntutan warga akan terpenuhi atau Sudewo tetap akan memimpin di sisa periode keduanya?

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *