Berita Regional

Masjid Al Jabbar: Antara Simbol Kebanggaan dan Tekanan Finansial Jawa Barat

Ilustrasi Masjid Raya Al Jabbar dari Udara (27/12/2025).(KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA)

Gardupedia.com – Masjid Raya Al Jabbar di Gedebage, Kota Bandung, yang selama ini menjadi kebanggaan warga Jawa Barat sebagai ikon religi dan arsitektur, kini mulai menuai sorotan dari sisi keuangan. Meski megah, rumah ibadah ini menyisakan tanggung jawab anggaran yang signifikan bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kabar mengejutkan datang dari Gubernur terpilih Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mengungkapkan bahwa pembangunan masjid berbiaya fantastis ini sebagian menggunakan dana dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dari total pinjaman PEN Jawa Barat yang mencapai Rp3,4 triliun, sebagian dialokasikan untuk menyelesaikan masjid yang menelan biaya pembangunan sekitar Rp1,2 triliun tersebut.

Langkah ini diambil karena pengerjaan masjid sempat terhambat pandemi COVID-19, sehingga pemerintah saat itu memutuskan menggunakan dana pinjaman demi merampungkan proyek yang dianggap strategis ini.

Selain masalah utang pembangunan, beban rutin untuk perawatan masjid ini juga tidak sedikit. Tercatat, biaya operasional dan pemeliharaan (OP) Masjid Al Jabbar mencapai sekitar Rp42 miliar hingga Rp50 miliar per tahun. Besarnya angka ini meliputi perawatan infrastruktur, listrik, keamanan, hingga kebersihan area seluas 25 hektare tersebut.

Di tengah upaya pemerintah daerah untuk menjaga kesehatan APBD 2026, pengeluaran tahunan ini menjadi perhatian serius. Muncul wacana untuk mengubah status pengelolaan masjid menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) agar masjid bisa menghasilkan pendapatan mandiri dan tidak terus-menerus bergantung pada kas daerah.

Marc Marquez: Saya Akan Pensiun Lebih Cepat di Moto GP, Ini Sebabnya.

Masjid Al Jabbar memang tidak diragukan lagi kemegahannya. Dengan desain tanpa kolom, fasad kaca mirip sisik ikan, dan kapasitas hingga 60.000 jemaah, masjid ini telah menjadi destinasi wisata religi utama di Jawa Barat. Namun, kondisi saat ini menunjukkan bahwa proyek monumental selalu membawa dampak finansial jangka panjang.

Dedi Mulyadi sendiri menyatakan optimismenya bahwa Pemprov Jabar akan mampu menyelesaikan kewajiban utang tersebut. Namun, ia mengingatkan agar pengelolaan ke depan dilakukan dengan lebih bijak agar keberadaan masjid ini tidak menjadi beban yang memberatkan pembangunan di sektor lain.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *