Malta Akan Mengakui Negara Palestina Secara Resmi
Perdana Menteri Malta, Robert Abela, mengumumkan bahwa negaranya akan secara resmi mengakui Negara Palestina pada 20 Juni 2025. Pengakuan ini akan dilakukan dalam rangka konferensi internasional di PBB. Ia menekankan bahwa langkah ini merupakan tanggung jawab moral, mengingat semakin memburuknya krisis kemanusiaan di Gaza dan meningkatnya jumlah korban sipil, terutama anak-anak.
Abela menyatakan kekhawatiran atas bencana yang terjadi akibat serangan Israel yang telah menewaskan puluhan ribu warga sipil. Namun, dalam perkembangan terbaru, diumumkan bahwa Malta akan menunda pengakuan resmi hingga Sidang Umum PBB pada bulan September 2025. Penundaan ini disebabkan oleh penundaan konferensi yang awalnya direncanakan pada 20 Juni.
Negara Eropa yang Telah Mengakui Palestina Merdeka
Selain Malta, sejumlah negara Eropa telah lebih dahulu mengakui Palestina sebagai negara merdeka. Berikut adalah beberapa di antaranya:
Spanyol
Pada November 2023, Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, menyatakan bahwa pemerintahnya akan memprioritaskan pengakuan terhadap Palestina sebagai bagian dari kebijakan luar negeri. Ia menegaskan bahwa Spanyol lebih memilih bertindak bersama dengan negara-negara Uni Eropa lainnya dalam memberikan pengakuan terhadap Palestina, daripada melakukannya secara sepihak. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi untuk perdamaian yang berkelanjutan.
Irlandia
Pada 28 Mei 2024, Irlandia secara resmi mengakui Palestina. Pemerintah Irlandia berharap langkah ini dapat mempercepat gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza. Selain itu, Irlandia berencana meningkatkan status kantor perwakilan di Tepi Barat menjadi kedutaan penuh, sementara perwakilan Palestina di Irlandia juga akan diberikan status kedutaan.
Perdana Menteri Irlandia, Leo Varadkar, menyatakan bahwa pengakuan bersama terhadap Palestina oleh negara-negara Uni Eropa dapat membuka jalan bagi negosiasi yang lebih seimbang setelah perang di Gaza berakhir, dengan tujuan akhir berupa solusi dua negara.
Norwegia
Pada 24 April 2025, Norwegia secara resmi memulai hubungan diplomatik dengan Palestina. Langkah ini dilakukan setelah Norwegia mengakui kedaulatan Palestina pada Mei 2024, yang sempat memicu reaksi keras dari Israel. Wakil Menteri Luar Negeri Norwegia, Andreas Motzfeldt Kravik, menyampaikan bahwa hari ini menandai awal hubungan diplomatik resmi antara Norwegia dan Palestina.
Duta Besar Palestina untuk Norwegia, Marie Antoinette Sedin, secara resmi menyerahkan surat kepercayaannya kepada Raja Harald V. Norwegia menyatakan bahwa pengakuan tersebut merupakan bagian dari upaya menuju perdamaian di Timur Tengah, dengan solusi dua negara sebagai jalan terbaik menuju perdamaian abadi.
Prancis
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyatakan bahwa Prancis siap memberikan jaminan keamanan dan membuka kemungkinan pengakuan terhadap Palestina. Pada 29 Mei 2024, Macron menegaskan dukungan Prancis terhadap otoritas Palestina yang telah mengalami reformasi dan penguatan. Ia juga menyampaikan belasungkawa atas serangan terhadap kamp pengungsi di Rafah.
Slovenia
Slovenia secara resmi mengakui Palestina sebagai negara merdeka. Perdana Menteri Slovenia, Robert Golob, menyatakan bahwa perdamaian dan keadilan harus terwujud di wilayah Palestina. Ia menyampaikan harapan kepada masyarakat Palestina di Tepi Barat dan Gaza, serta menyatakan kesiapan Slovenia untuk ambil bagian dalam upaya perdamaian.
Kesimpulan
Sejumlah negara Eropa seperti Irlandia, Spanyol, dan Slovenia telah menyatakan pengakuan resmi terhadap Palestina. Setiap negara memiliki pertimbangan politik dan kemanusiaan yang kuat. Dengan adanya pengakuan ini, semakin banyak negara yang menunjukkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, baik secara diplomatik maupun melalui tindakan nyata.


Comment