Imbauan PCNU Pati untuk Kondusivitas Jelang Demo Besar 13 Agustus
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pati, Jawa Tengah, untuk memperbanyak doa dan istighosah menjelang aksi unjuk rasa besar yang akan digelar pada 13 Agustus 2025. Imbauan ini disampaikan dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh jajaran PCNU Pati pada Senin (10/8/2025).
Aksi unjuk rasa yang direncanakan akan berlangsung di Alun-alun Pati ini dipicu oleh kebijakan Bupati Pati Sudewo yang sebelumnya menaikkan pajak bumi dan bangunan (PBB) sebesar 250 persen. Meskipun kebijakan tersebut telah dibatalkan, masyarakat Pati tetap ingin melanjutkan rencana aksi mereka. Bahkan, aksi tersebut tidak hanya menuntut pencabutan kebijakan pajak, tetapi juga meminta Presiden RI Prabowo Subianto mencopot jabatan Sudewo sebagai Bupati Pati.
Rencana aksi yang akan diikuti oleh sekitar 50 ribu orang ini menimbulkan kekhawatiran dari berbagai pihak, termasuk PCNU Pati. Untuk itu, PCNU Pati mengeluarkan maklumat yang berisi lima poin utama guna meminimalisir potensi konflik dan menjaga kondusivitas daerah.
Lima Poin Maklumat PCNU Pati
-
Menahan Diri dan Menghindari Konflik Horizontal
PCNU Pati mengimbau semua pihak untuk saling menahan diri demi menghindari terjadinya konflik horizontal antara masyarakat, aparat, maupun elemen lainnya. -
Sikap Santun dan Akhlakul Karimah
Peserta aksi diharapkan bersikap santun, tidak anarkis, serta mengedepankan nilai-nilai akhlakul karimah dalam menyampaikan aspirasi mereka. -
Pendekatan Persuasif oleh Aparat Keamanan
Aparat keamanan diminta untuk menjaga kondusivitas dengan pendekatan persuasif, bukan represif, dalam menghadapi aksi unjuk rasa. -
Permintaan Maaf dari Bupati Pati
Bupati Pati diimbau melakukan introspeksi atas kebijakan yang dinilai tidak maslahah dan menimbulkan madharat. Selain itu, ia diminta memberikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat, termasuk kepada PCNU Kabupaten Pati terkait klaim sepihak atas persetujuan kebijakan lima hari sekolah. -
Perbanyak Doa dan Istighosah
PCNU Pati mengajak seluruh masyarakat untuk memperbanyak doa dan istighosah dari kediaman masing-masing demi kebaikan Kabupaten Pati.
Penjelasan Ketua PCNU Pati
Ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim menjelaskan bahwa maklumat ini merupakan hasil rapat gabungan antara jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah di kediaman Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin. Rapat tersebut turut dihadiri Rais Syuriyah PCNU Pati KH Minanurrohman beserta jajaran pengurus Tanfidziyah PCNU.
Maklumat ini dikeluarkan sebagai respons terhadap dinamika sosial dan politik lokal yang sedang berkembang. Menurutnya, menjaga kondusivitas daerah adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat Pati.
Peran PCNU dalam Kebijakan Sekolah
Selain itu, PCNU Pati juga menyampaikan pandangan terkait kebijakan lima hari sekolah yang sempat diterapkan oleh Bupati Pati. Pihaknya telah membentuk tim kajian akademis yang mencakup aspek regulasi, psikologis, hingga sosial. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa kebijakan tersebut dinilai tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama karena berpotensi mengancam keberadaan lembaga pendidikan keagamaan seperti TPQ dan madrasah diniyah (madin).
PCNU Pati menegaskan pentingnya pengkajian ulang kebijakan lima hari sekolah, serta peningkatan pendidikan karakter yang terintegrasi antara sekolah umum dengan TPQ atau madin. Hal ini dilakukan agar tidak ada benturan antara sistem pendidikan umum dan keagamaan.
Ajakan Berdoa dan Istighosah
Terakhir, Ketua PCNU Pati mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama warga nahdliyin, untuk senantiasa berdoa dan menggelar istighosah dari kediaman masing-masing. Tujuannya adalah untuk memohon perlindungan dan kebaikan bagi Kabupaten Pati.


Comment