Berita NASIONAL Politik

PDI-P Sebut AHY Harus Kerja Ekstra Keras Kejar Elektabilitas Prabowo dan KDM Jelang Pilpres 2029

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat berpidato dalam perintah HUT ke-25 Demokrat, Sabtu (5/9/2026).(KOMPAS.com/Tria Sutrisna)

Gardupedia.com — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menilai Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) harus bekerja ekstra keras jika berencana maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. PDI-P menekankan pentingnya AHY mengejar ketertinggalan elektabilitas dari figur-figur papan atas yang kini mendominasi radar survei nasional, seperti Prabowo Subianto dan Dedi Mulyadi (KDM).

Ketua DPP PDI-P Deddy Y Sitorus menguraikan bahwa peta politik menuju 2029 menuntut kerja-kerja terukur di tengah ketatnya persaingan antarfigur populer.

“Terutama untuk mengejar ketertinggalan terhadap berbagai tokoh yang sudah muncul dalam radar survei seperti KDM dan Prabowo,” kata Deddy saat dimintai konfirmasi, Rabu (9/9/2026).

Deddy menyoroti pidato politik yang disampaikan AHY dalam momentum peringatan HUT Partai Demokrat. Menurut Deddy, narasi pidato tersebut tidak bisa disikapi sekadar sebagai himbauan normatif, melainkan sebuah sinyal awal penataan posisi (positioning) politik Demokrat menghadapi Pilpres mendatang.

“Kalau cara pandangnya normatif, tentu tidak ada yang harus dipersoalkan. Tetapi masalahnya adalah bahwa itu pidato politik, dan tentu punya konteks serta tujuan politik tertentu,” ujar Deddy.

Presiden Prabowo Terbitkan Inpres No 11/2026, Larang Buka Lahan dengan Cara Membakar

Lebih lanjut, Deddy menegaskan bahwa setiap figur politik maupun partai memiliki hak konstitusional untuk bersiap menghadapi kontestasi. Namun, ia mengingatkan bahwa menggalang basis dukungan publik membutuhkan konsolidasi yang matang dan pembuktian kinerja nyata.

“Tentu setiap tokoh punya hak politik untuk bersiap. Namun, realitas elektoral ditentukan oleh sejauh mana figur tersebut mampu merebut kepercayaan publik dan bersaing dengan nama-nama yang elektabilitasnya sudah terbangun di tataran akar rumput,” tutur Deddy menambahkan.

Tanggapan jajaran PDI-P ini dipicu oleh pidato politik AHY yang menyinggung aspek krusial dalam keberlanjutan demokrasi, khususnya mengenai masa jabatan dan batasan kekuasaan pimpinan nasional.

Dalam pidatonya, AHY mengingatkan seluruh elemen bangsa agar senantiasa menjaga nilai-nilai demokrasi dan tidak menyalahgunakan wewenang.

“Kekuasaan itu ada batasnya. Tidak ada kekuasaan yang abadi di dunia ini. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang diikat oleh aturan hukum dan periode waktu,” tegas AHY dalam pidato politiknya.

Ragu Pengawasan BPOM Tekan Keracunan MBG, DPR: Ubah Desain Total!

AHY juga mendorong agar iklim politik nasional tetap menjamin kebebasan rakyat dalam menentukan pilihan tanpa adanya intimidasi maupun intervensi pihak tertentu.

“Hak rakyat untuk memilih pimpinannya secara bebas, jujur, dan adil harus terus kita jaga bersama. Jangan sampai ada upaya yang menghalangi kehendak murni rakyat dalam menentukan masa depan bangsa ini,” kata AHY.

Ia memungkas bahwa Partai Demokrat akan terus konsisten mengawal jalannya pemerintahan sekaligus menyiapkan langkah strategis untuk menjawab tantangan politik dan ekonomi di masa depan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *