Gardupedia.com – Gelombang protes datang dari ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Pariwisata Mabar Bersatu (APMB). Pada Senin (13/4/2026), mereka menggelar aksi unjuk rasa di Labuan Bajo untuk menolak kebijakan baru mengenai pembatasan jumlah kunjungan ke Taman Nasional (TN) Komodo.
Kebijakan yang dipermasalahkan tersebut menetapkan kuota kunjungan hanya sebesar 365.000 orang per tahun, atau rata-rata hanya 1.000 wisatawan per hari. Para pendemo menilai aturan ini sangat merugikan dan menuntut agar segera dibatalkan.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sekitar 30 tuntutan. Beberapa poin utamanya meliputi:
- Pembatasan kuota dianggap dapat mematikan mata pencaharian masyarakat lokal yang selama ini bergantung pada sektor pariwisata.
- Salah satu orator, Ahyar Abadi, menyoroti kontradiksi kebijakan ini dengan target pemerintah pusat yang ingin menggaet 17,6 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia pada tahun 2026. Menurutnya, batasan 365.000 orang dari Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) sangat jauh dari semangat pencapaian target nasional tersebut.
- Warga mencurigai bahwa pembatasan ini bisa menjadi celah bagi praktik privatisasi di kawasan konservasi.
- Meski mendukung upaya konservasi, pelaku wisata menilai cara BTNK dalam menerapkan aturan tersebut terlalu ekstrem dan tidak mempertimbangkan kesejahteraan ekonomi warga setempat.
Aksi dimulai di kantor DPRD Kabupaten Manggarai Barat. Di sana, para pengunjuk rasa mendesak para wakil rakyat untuk berdiri bersama masyarakat dan ikut menandatangani petisi penolakan terhadap aturan tersebut.
Setelah dari gedung dewan, massa melanjutkan perjalanan menuju kantor BTNK. Kepala BTNK, Hendrikus Rani Siga, memberikan tanggapan dengan menjelaskan bahwa aturan pembatasan ini merupakan instruksi langsung dari pemerintah pusat dan telah menjadi perhatian internasional.
Hendrikus menginformasikan bahwa Kementerian Kehutanan dijadwalkan melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPR RI di Jakarta pada hari yang sama untuk membahas persoalan ini. Ia menjamin bahwa seluruh aspirasi warga Labuan Bajo akan diteruskan ke pusat.
“Pihak pusat dijadwalkan akan berkunjung ke sini setelah rapat tersebut. Saya pastikan suara masyarakat akan didengar oleh perwakilan di pusat,” ujar Hendrikus. Ia juga menjanjikan akan ada diskusi lanjutan yang melibatkan elemen masyarakat dan pelaku wisata setelah ada arahan atau keputusan politik dari Jakarta.
Meski sempat diwarnai ketegangan, aksi demonstrasi yang berakhir pada pukul 12.30 WITA tersebut berjalan dengan aman dan terkendali di bawah pengawalan petugas.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment