Gardupedia.com – Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan tegas kepada seluruh jajaran menteri kabinetnya dalam sebuah pertemuan terbaru. Beliau menekankan bahwa menjadi pejabat publik, khususnya menteri, bukanlah posisi yang menjanjikan kenyamanan atau pujian terus-menerus. Sebaliknya, Prabowo mengingatkan bahwa mereka diangkat untuk siap menghadapi kritik tajam dan hujatan dari masyarakat.
Presiden menegaskan bahwa risiko utama dari jabatan menteri adalah menjadi sasaran ketidakpuasan publik. Beliau meminta para pembantunya tidak “baper” atau berkecil hati saat dihujat, karena hal tersebut merupakan konsekuensi logis dari tanggung jawab besar yang mereka emban.
Inti dari pesan tersebut adalah agar para menteri tetap fokus pada kerja nyata. Prabowo menginginkan kabinetnya mementingkan hasil yang dirasakan rakyat daripada menjaga citra pribadi atau mencari popularitas semata.
Pengangkatan menteri dipandang sebagai amanah untuk memperbaiki kondisi bangsa. Menurut Presiden, jika kebijakan yang diambil belum sempurna atau dirasa berat oleh rakyat, maka kritik adalah hal yang wajar dan harus diterima sebagai bahan evaluasi.
Pernyataan “Kalian diangkat untuk dihujat” merupakan bentuk komunikasi politik khas Prabowo yang bersifat straightforward (blak-blakan). Ini menunjukkan keinginan beliau untuk membangun tim yang tangguh secara mental dan tidak antikritik. Beliau ingin memastikan bahwa setiap anggota kabinet memiliki “kulit tebal” agar tidak goyah dalam menjalankan agenda pembangunan nasional meskipun di tengah tekanan publik yang tinggi.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment