Berita Pemerintahan pendidikan

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat: Upaya Putus Rantai Kemiskinan Melalui Pendidikan Gratis

Sekolah Rakyat terpadu

Gardupedia.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan meresmikan secara serentak 166 titik “Sekolah Rakyat” rintisan di seluruh penjuru Indonesia pada Senin, 12 Januari 2026. Acara peresmian ini dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dan dihadiri oleh jajaran Menteri Kabinet Merah Putih serta kepala daerah.

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif strategis Presiden Prabowo yang dikelola di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemensos). Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan bahwa sekolah ini dirancang khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan berkualitas atau berisiko putus sekolah.

Tujuan utama dari program ini adalah untuk memotong mata rantai kemiskinan. Dengan memberikan pendidikan gratis yang layak, diharapkan anak-anak tersebut dapat mengangkat derajat ekonomi keluarga mereka di masa depan.

Meskipun baru akan diresmikan secara formal, sebanyak 166 titik sekolah rintisan ini sebenarnya telah mulai beroperasi secara bertahap sejak Juli hingga September 2025. Hingga saat ini, tercatat ada 15.945 siswa yang telah mengenyam pendidikan selama satu semester.

Selain meresmikan sekolah yang sudah ada, pemerintah juga memulai pembangunan (groundbreaking) untuk 104 titik Sekolah Rakyat permanen. Target besarnya adalah membangun hingga 500 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia pada akhir masa jabatan Presiden Prabowo, yang diproyeksikan mampu membantu sekitar 500.000 keluarga prasejahtera.

Marc Marquez: Saya Akan Pensiun Lebih Cepat di Moto GP, Ini Sebabnya.

Sekolah Rakyat menerapkan konsep sekolah berasrama (boarding school) dengan kurikulum khusus yang menggabungkan:

  1. Kurikulum Nasional: Tetap mengikuti standar pendidikan formal.
  2. Kurikulum Asrama: Fokus pada pembentukan karakter, kedisiplinan, dan nilai-nilai kebangsaan.
  3. Vokasi dan Bahasa: Siswa dibekali keterampilan kerja dan kemampuan bahasa asing untuk meningkatkan daya saing di pasar kerja.

Siswa juga mendapatkan fasilitas lengkap layaknya sekolah elite, mulai dari asrama yang nyaman, seragam lengkap (termasuk almamater dan pakaian batik khusus), hingga pemetaan bakat (talent mapping) untuk mengidentifikasi potensi anak sejak dini.

Sekolah-sekolah ini tersebar di berbagai wilayah di Indonesia untuk memastikan pemerataan akses:

  • Jawa: 40 lokasi (termasuk Jakarta, Bogor, Bekasi, Malang, Jombang, dan lain-lain).
  • Sumatera: 26 lokasi (termasuk Aceh Besar).
  • Sulawesi: 16 lokasi (termasuk Makassar).
  • Kalimantan: 12 lokasi.
  • Maluku: 4 lokasi.
  • Bali dan Nusa Tenggara: 3 lokasi (termasuk Kupang).
  • Papua: 3 lokasi (termasuk Jayapura).

Melalui program ini, pemerintah berharap tidak ada lagi anak Indonesia yang tidak sekolah karena kendala biaya. Gus Ipul menegaskan bahwa “Sekolah Rakyat” adalah investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Para siswa yang lulus nantinya diharapkan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kemandirian dan keterampilan untuk berdaya secara ekonomi.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Pemerintah Temukan Cadangan Gas Raksasa Baru di Kalimantan Timur

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *