Berita Politik

Reses di Jasem Ngoro, Ahmad Athoillah Serap Aspirasi Warga Soal Infrastruktur hingga Ketenagakerjaan

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ahmad Athoillah, melanjutkan agenda Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026. Kali ini, jaring aspirasi digelar di Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, pada Senin (27/7/2026).

MOJOKERTO — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ahmad Athoillah, melanjutkan agenda Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026. Kali ini, jaring aspirasi digelar di Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, pada Senin (27/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung hangat dan interaktif tersebut dihadiri oleh ratusan warga setempat, tokoh masyarakat, serta Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto dari Fraksi PKB Dapil 1, Eko Sutrisno.

Kecamatan Ngoro yang dikenal sebagai salah satu kawasan industri utama di Kabupaten Mojokerto menjadi latar belakang lahirnya berbagai usulan strategis dari masyarakat Desa Jasem.

Aspirasi Utama Warga Desa Jasem Ngoro

Dalam sesi dialog, warga memanfaatkan kehadiran wakil rakyat tingkat provinsi dan kabupaten tersebut untuk menyampaikan sejumlah permasalahan mendesak:

Shin Tae-yong Siapkan Program Khusus untuk 6 Pemain Timnas yang Baru Bergabung di TC Persija

  • Peluang Ketenagakerjaan dan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal: Mengingat posisi Desa Jasem berada di kawasan industri Ngoro, warga mengusulkan adanya regulasi atau kebijakan ketat yang memprioritaskan warga lokal untuk bekerja di perusahaan-perusahaan sekitar, serta penyediaan pelatihan kerja (BLK) yang sesuai dengan kebutuhan industri.
  • Penanganan Banjir Luapan dan Drainase: Warga mengeluhkan masalah genangan air dan banjir luapan saat musim hujan akibat pemukiman yang berdekatan dengan kawasan industri dan drainase yang kurang optimal. Warga mendorong adanya normalisasi saluran air dan perbaikan infrastruktur drainase terpadu.
  • Peningkatan Infrastruktur Jalan dan Penerangan Jalan Umum (PJU): Tingginya mobilitas kendaraan berat industri di wilayah Ngoro berdampak pada kerusakkan jalan desa dan antar-kecamatan. Warga memohon adanya perbaikan kualitas jalan serta penambahan PJU untuk menekan angka kecelakaan dan menjaga keamanan malam hari.
  • Pengelolaan Lingkungan dan Limbah Industri: Masyarakat berharap adanya pengawasan yang lebih ketat dari Pemprov Jatim terkait dampak lingkungan dan pengelolaan limbah industri agar tidak mencemari lingkungan pemukiman maupun lahan pertanian warga sekitar.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Eko Sutrisno menyatakan komitmennya untuk mengawal usulan yang menjadi wewenang pemerintah daerah tingkat kabupaten, khususnya terkait infrastruktur jalan desa dan perizinan tenaga kerja lokal di tingkat daerah.

Sementara itu, Ahmad Athoillah menegaskan bahwa aspirasi warga Ngoro akan menjadi prioritas pembahasan di tingkat provinsi, terutama yang berkaitan dengan pengawasan lingkungan, perhubungan, dan program pelatihan kerja.

“Ngoro adalah kawasan industri yang sangat potensial. Jangan sampai masyarakat lokal hanya jadi penonton di daerahnya sendiri. Semua aspirasi warga Desa Jasem mulai dari ketersediaan lapangan kerja, drainase, hingga perbaikan infrastruktur akan kami rekap dan perjuangkan dalam laporan reses DPRD Jatim untuk ditindaklanjuti oleh dinas-dinas terkait,” ujar Gus Athoillah.

Kegiatan reses diakhiri dengan penyerahan secara simbolis berkas aspirasi dari tokoh masyarakat Desa Jasem kepada para wakil rakyat PKB tersebut dan ditutup dengan doa bersama.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

BPIP Janjikan Kejutan Formasi Paskibraka pada Upacara HUT ke-81 RI di Istana Negara

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *