Uncategorized

Wali Kota Anjas dan AKBP Agustiawan Pimpin Upacara HUT ke-80 RI di Gorontalo

Peran Penting Dua Sosok dalam Upacara HUT ke-80 RI di Gorontalo

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia tingkat Provinsi Gorontalo berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat. Dalam acara tersebut, dua sosok yang berasal dari institusi berbeda menjadi pusat perhatian. Mereka adalah Mayor Infanteri Anjas Suryana Putra dari TNI AD dan AKBP Muhammad Agustiawan dari Polri. Keduanya diberikan tugas penting dalam upacara peringatan proklamasi di halaman Rumah Dinas Gubernur Gorontalo.

Kedua tokoh ini bertugas sebagai pemimpin upacara penaikan dan penurunan Sang Saka Merah Putih. Mayor Infanteri Anjas Suryana Putra akan memimpin upacara penaikan bendera pada pagi hari. Meski baru sebulan bertugas di Gorontalo, ia langsung mendapat amanah besar tersebut. Ia kini menjabat sebagai Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 824, satuan yang dibentuk atas perintah Presiden Prabowo Subianto.

“Satuan ini juga akan membantu pemerintah khususnya dalam hal ketahanan pangan,” ujarnya usai gladi kotor. Pria kelahiran Semarang, 23 Juli 1988 ini memulai karier di Batalyon 502 Kostrad Malang dan pernah bertugas di Brigif 17 Batalyon 305 Kostrad. Pengalaman selama 15 tahun di Kostrad membuatnya terbiasa dengan protokoler upacara besar seperti Hari TNI 5 Oktober.

Penunjukan kali ini datang secara mendadak. Menurut Mayor Anjas, ia diberi tugas setelah selesai mengikuti Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Pusdiklatpassus Batujajar. “Baru selesai, tiba-tiba ditelpon diperintahkan kamu siap tidak diperintahkan sebagai komandan upacara di Provinsi Gorontalo?” ujarnya menirukan arahan pimpinan.

Meski baru pertama kali berlatih dengan Paskibraka Provinsi Gorontalo, ia merasa adaptasi berjalan lancar. “Semua lancar-lancar saja, aman tidak ada yang berat dan kendala berarti,” katanya.

MK Tolak Gugatan Terkait Kewajiban Gelar S2 bagi Calon Anggota DPR

Di sore hari, giliran AKBP Muhammad Agustiawan mengambil alih komando untuk penurunan bendera. Perwira menengah Polri lulusan Akpol 2009 ini baru setahun bertugas di Gorontalo, namun sudah tiga kali memimpin upacara penting. “Sesuai dengan perintah, penunjukan tetap dari Kapolda Gorontalo,” ujarnya.

Sebelumnya, ia pernah menjadi komandan upacara pada peringatan Hari Pahlawan dan beberapa agenda resmi provinsi. Pengalaman tugasnya pun beragam, mulai dari Polda Bali hingga Polda Sumatera Utara. Kini, ia menjabat sebagai Kasubdit V Tipidsiber Ditreskrimsus Polda Gorontalo.

Bagi Agustiawan, kepercayaan ini adalah bagian dari profesionalisme di TNI dan Polri. “Ini hal yang biasa di TNI Polri, siapa saja yang ditunjuk harus siap,” ungkapnya. Meski persiapan singkat, ia tak menemui hambatan berarti. Harapannya pun cukup sederhana namun krusial. “Harapannya semoga besok cuaca mendukung sehingga seluruhnya dapat mengikuti upacara dengan baik.”

Baik Mayor Anjas maupun AKBP Muhammad Agustiawan memandang tugas mereka bukan sekadar seremoni, melainkan wujud penghormatan pada Merah Putih. Dua momen berbeda, penaikan di pagi dan penurunan di sore hari itu sama-sama membawa misi mengantarkan bendera negara dengan sempurna.

Persib Bandung Berjanji Lakukan Evaluasi Total Usai Dijatuhi Sanksi Berat oleh AFC

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *