Berita Transportasi

Waspada! Penipuan Pembatalan Penerbangan Berkedok SMS Palsu Meningkat Jelang Musim Liburan

Ilustrasi (beli tiket pesawat) cara pesan tiket pesawat Traveloka secara online dengan harga tiket pesawat Traveloka yang beragam (Dok. Traveloka)
Peringatan Resmi Terhadap Kejahatan Siber di Sektor Penerbangan

Gardupedia.com – Masyarakat yang merencanakan perjalanan selama musim liburan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan daring yang semakin canggih. Modus penipuan pembatalan atau penundaan penerbangan melalui pesan teks (SMS) palsu dilaporkan melonjak seiring dengan peningkatan volume penumpang dan potensi gangguan jadwal akibat cuaca. Pelaku kejahatan siber memanfaatkan situasi ini untuk mencuri data pribadi dan informasi perbankan dari calon korban dengan berpura-pura menjadi perwakilan resmi maskapai.

Seperti yang disoroti oleh laporan dari Fox News, modus operandi penipuan ini sangat terorganisir. Pelaku mengirimkan SMS yang diklaim berasal dari maskapai penerbangan, menginformasikan bahwa penerbangan yang sudah dipesan telah dibatalkan atau mengalami penundaan. Pesan tersebut didesain agar terlihat asli dengan mencantumkan detail seperti nama penumpang dan nomor penerbangan yang spesifik.

Kunci keberhasilan taktik ini adalah menciptakan urgensi yang tinggi, sering kali menyertakan tautan atau nomor layanan pelanggan palsu. Tujuannya adalah memancing korban untuk segera merespons tanpa melakukan verifikasi. Begitu korban menghubungi nomor atau mengklik tautan tersebut, mereka akan langsung terperangkap dalam jaringan penipu.

Ketika korban merespons, penipu yang berpura-pura menjadi staf layanan pelanggan akan bersikap meyakinkan dan menawarkan bantuan untuk proses pemesanan ulang (reschedule) tiket. Dalam proses “bantuan” ini, pelaku akan meminta sejumlah biaya layanan yang sebenarnya fiktif dan, yang paling penting, meminta data sensitif pribadi korban.

Informasi yang diincar meliputi tanggal lahir, nomor paspor, hingga detail penting dari kartu pembayaran. Kecanggihan penipuan ini semakin mengkhawatirkan karena beberapa penipu dilaporkan menggunakan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) untuk membuat email konfirmasi palsu. Email ini dilengkapi logo maskapai dan nomor penerbangan yang benar, membuat komunikasi palsu tersebut sulit dibedakan dari yang asli.

Bela Feri Amsari dan Ubedilah Badrun, Menteri Pigai Sebut Kritik Adalah Hak Konstitusi

Fenomena lonjakan kasus peniruan layanan pelanggan maskapai melalui pesan teks dan panggilan palsu ini telah dikonfirmasi oleh lembaga pengawas di Amerika Serikat, termasuk Federal Trade Commission (FTC) dan Better Business Bureau (BBB). Otoritas mengingatkan bahwa pelaku secara aktif menargetkan masyarakat yang sedang dalam suasana liburan untuk melakukan aksi pencurian data dan uang.

Mengingat peningkatan kecanggihan penipuan siber ini, sangat penting bagi penumpang untuk selalu melakukan verifikasi silang (cross-check) terhadap informasi pembatalan atau penundaan penerbangan. Penumpang disarankan untuk hanya merujuk pada situs web resmi maskapai atau menghubungi nomor layanan pelanggan yang secara resmi tertera di sumber terpercaya, bukan dari tautan atau nomor yang dikirimkan melalui pesan teks yang tidak diminta.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Editor : Robbi Firmansyah (Tim Redaksi Gardupedia.com)

Strategi Pelatih Panjat Tebing Kejar Performa Puncak di Asian Games 2026

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *