Berita Regional

Bocah di Sukabumi Meninggal Dunia Usai Dugaan Penganiayaan oleh Ibu Tiri

Bocah Sukabumi Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri (Foto: Fiira Syahrin/Liputan6.com)

Gardupedia.com – Kasus tragis menimpa seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun berinisial MDS di Sukabumi, Jawa Barat. Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, korban sempat memberikan pengakuan memilukan mengenai tindakan keji yang dilakukan oleh ibu tirinya.

Sebelum meninggal dunia di rumah sakit, MDS sempat bercerita kepada kerabatnya bahwa ia dipaksa meminum air mendidih oleh ibu tirinya. Tidak hanya itu, korban juga mengaku kerap mendapatkan kekerasan fisik lainnya.

Korban dilarikan ke RSUD Syamsudin SH dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Terdapat luka bakar serius di area mulut, lidah, hingga tenggorokan yang menyulitkannya untuk makan maupun berbicara. Selain luka bakar, ditemukan pula luka memar di beberapa bagian tubuh.

Ayah kandung korban awalnya tidak mengetahui kejadian sebenarnya karena sedang bekerja. Namun, kakek dan kerabat korban merasa curiga melihat perubahan kondisi fisik MDS yang drastis dan luka-luka tidak wajar pada tubuh bocah tersebut.

Pihak kepolisian dari Polres Sukabumi Kota telah bergerak cepat menangani kasus ini setelah menerima laporan dari keluarga korban. Ibu tiri korban berinisial SS kini telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Bentuk Generasi Disiplin, 1.000 Taruna Akmil Beri Pelatihan Khusus untuk Siswa SR

Jenazah korban telah menjalani proses otopsi guna memastikan penyebab pasti kematian serta mengumpulkan bukti-bukti kekerasan fisik yang dialami selama tinggal bersama pelaku. Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif di balik tindakan kejam yang dilakukan pelaku terhadap anak sambungnya tersebut.

    Kejadian ini memicu kemarahan dan simpati luas dari masyarakat Sukabumi. Kasus ini menjadi pengingat keras akan pentingnya pengawasan lingkungan terhadap potensi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), terutama yang melibatkan anak-anak di bawah umur.

    Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *