Gardupedia.com — Menjelang bergulirnya turnamen sepak bola paling bergengsi di planet bumi, Piala Dunia, ribuan warga di Kota Ambon, Maluku, tumpah ruah ke jalanan pada Kamis (11/6/2026). Dengan penuh antusias, massa memadati berbagai ruas jalan utama sejak sore hari sambil mengenakan jersi atau seragam kebanggaan dari tim nasional negara favorit mereka masing-masing.
Aksi turun ke jalan ini didominasi oleh para pencinta sepak bola dari berbagai kalangan usia, mulai dari remaja hingga orang dewasa. Mereka melakukan konvoi kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, sembari mengibarkan bendera negara yang mereka unggulkan dalam kompetisi dunia tersebut. Warna-warni jersi dari berbagai negara kontestan, seperti Brasil, Argentina, Belanda, hingga Jerman, tampak mendominasi pemandangan kota.
Bagi masyarakat Ambon, sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan sudah menjadi bagian dari kultur dan identitas. Pawai atau konvoi menyambut Piala Dunia seperti ini sudah menjadi tradisi turun-temurun setiap kali turnamen akbar tersebut diselenggarakan, sebagai bentuk ekspresi kegembiraan dan dukungan total terhadap tim sepak bola idola mereka.
Salah seorang warga yang ikut dalam konvoi, Ricardo (28), mengungkapkan bahwa momen ini sudah ditunggu-tunggu sejak lama. Ia bersama komunitas pendukung tim nasional Belanda sengaja berkumpul untuk merayakan atmosfer Piala Dunia yang akhirnya kembali bergulir.
“Ini adalah tradisi kami di Ambon. Setiap empat tahun sekali, kota ini pasti akan berubah menjadi lautan jersi dan bendera. Ini adalah bentuk euforia kami yang cinta mati dengan sepak bola. Menang atau kalah urusan nanti, yang penting kami rayakan dulu pesta dunia ini,” ujar Ricardo dengan penuh semangat saat ditemui di kawasan Lapangan Merdeka, Ambon.
Kemeriahan konvoi yang masif ini sempat menyebabkan arus lalu lintas di beberapa titik pusat Kota Ambon, seperti Jalan Pattimura dan Jalan Ay Patty, mengalami kepadatan yang cukup padat.
Mengantisipasi hal tersebut, aparat kepolisian dari Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease telah disiagakan di sejumlah persimpangan jalan krusial untuk melakukan rekayasa arus lalu lintas agar konvoi tidak menghentikan total aktivitas publik.
Kapolresta Pulau Ambon, Kombes Pol Raja Arthur Lumongga, memberikan pernyataan resmi terkait pengamanan jalannya pawai tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak melarang ekspresi kegembiraan warga, namun keselamatan dan ketertiban umum tetap menjadi prioritas utama.
“Kami memahami betul bahwa euforia Piala Dunia di Ambon ini sangat tinggi dan sudah menjadi budaya lokal. Oleh karena itu, kami hadir bukan untuk membubarkan, melainkan untuk mengawal dan memastikan semuanya berjalan aman. Namun, kami mengimbau dengan sangat keras agar warga yang konvoi tetap mematuhi aturan lalu lintas, wajib menggunakan helm, tidak menggunakan knalpot brong yang bising, dan tidak melakukan tindakan provokatif yang bisa memicu gesekan antar-pendukung,” tegas Kombes Pol Raja Arthur.
Pihak kepolisian juga menambahkan bahwa patroli berkala akan terus ditingkatkan hingga malam hari, terutama di titik-titik yang sering dijadikan lokasi nonton bareng (nobar), demi menjaga situasi Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) di Kota Ambon tetap kondusif selama turnamen berlangsung.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment