Gardupedia.com — Persoalan banjir menahun di sekitar kawasan Jalan H. Mochtar Raya, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, tampaknya belum menemui titik terang. Berdasarkan kesaksian warga setempat, genangan air yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun di ruas jalan tersebut dipicu oleh penutupan saluran air (gorong-gorong) secara sengaja.
“Penyumbatan drainase ini sudah berlangsung cukup lama. Langkah tersebut diambil oleh warga di wilayah tetangga karena aliran air dari jalan raya kerap memicu banjir di permukiman mereka,” ujar Febri (33), seorang warga yang bermukim di lokasi tersebut.
Menurut Febri, awalnya sistem drainase di kawasan tersebut dirancang untuk mengalirkan air dari arah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan menuju ke area pemukiman di wilayah Kota Tangerang. Hal ini dikarenakan secara geografis, kontur tanah di wilayah Kota Tangerang posisinya jauh lebih rendah.
Sebagai informasi, Jalan H. Mochtar Raya merupakan titik yang sangat krusial karena lokasinya berada tepat di perbatasan tiga wilayah administratif, yakni Kecamatan Pesanggrahan (Jakarta Selatan), Kecamatan Kembangan (Jakarta Barat), dan Kecamatan Larangan (Kota Tangerang).
Karena khawatir wilayahnya terus-menerus menjadi langganan banjir akibat limpahan air kiriman, warga di kawasan Kota Tangerang akhirnya memutuskan untuk menyumbat saluran gorong-gorong di bawah beton jalan. Dampaknya, air menjadi tertahan, tidak dapat mengalir, lalu meluap ke permukaan jalan hingga menciptakan genangan kronis yang tak kunjung surut selama bertahun-tahun.
Sebenarnya, pemerintah sempat mewacanakan solusi alternatif, yakni dengan mengalihkan rute pembuangan air menuju saluran di Kompleks DKI yang berada di wilayah Jakarta Barat. Namun, rencana tersebut kembali membentur dinding karena ditolak oleh warga Kompleks DKI yang merasa khawatir wilayah mereka akan berganti menjadi korban banjir kiriman berikutnya.
Andre (34), warga lainnya, memaparkan, “Gorong-gorong yang posisinya berada di bawah beton jalan sengaja ditutup secara menyilang agar aliran air terputus dan tidak memasuki kawasan Tangerang.”
“Pemerintah semestinya berfokus pada penyelesaian akar masalah terlebih dahulu, yaitu membenahi dan menata ulang saluran pembuangan air secara komprehensif. Perbaikan jalan tanpa membenahi drainase hanya akan membuang-buang anggaran daerah karena jalanan yang diperbaiki dipastikan akan cepat rusak kembali akibat terendam air,” kata Andre.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment