Gardupedia.com — Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) menunjukkan performa positif pada perdagangan hari ini, Jumat (12/6/2026). Mata uang Garuda berhasil menguat hingga menyentuh level Rp 17.860 per dollar AS. Perkembangan menjanjikan ini terjadi tidak lama setelah Bank Dunia (World Bank) merilis proyeksi terbaru mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Dalam laporan teranyarnya, Bank Dunia merevisi ke atas prospek perekonomian Indonesia. Lembaga keuangan internasional tersebut memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Republik Indonesia (RI) mampu terkerek naik hingga mencapai angka 5 persen.
Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai bahwa revisi naik dari Bank Dunia ini menjadi angin segar yang sangat dinantikan oleh pasar. Menurutnya, proyeksi tersebut mencerminkan kepercayaan dunia internasional terhadap kebijakan fiskal dan moneter yang diambil oleh pemerintah Indonesia.
“Proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen dari Bank Dunia ini adalah bukti bahwa fundamental ekonomi Indonesia dinilai sangat solid di mata global. Hal ini langsung memicu capital inflow (aliran modal asing masuk) ke pasar keuangan domestik, terutama ke pasar obligasi dan saham, yang pada akhirnya mendongkrak penguatan rupiah hari ini,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/6/2026).
Lebih lanjut, Ibrahim menjelaskan bahwa penguatan rupiah tidak hanya didorong oleh sentimen Bank Dunia, melainkan juga ditopang oleh data internal yang menunjukkan konsumsi masyarakat yang tetap terjaga serta inflasi yang masih terkendali di dalam negeri.
Di sisi lain, dari faktor eksternal, indeks dollar AS sedang mengalami tekanan akibat ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) yang mulai melunak.
“Ada kombinasi sentimen di sini. Ketika dollar AS sedang mengalami pelemahan global akibat melandainya data tenaga kerja dan inflasi di sana, Indonesia justru mendapat suntikan sentimen positif dari Bank Dunia. Ini membuat rupiah menjadi aset yang sangat menarik bagi para investor di kawasan regional,” tambah Ibrahim.
Meskipun rupiah saat ini sukses bertengger di level Rp 17.860 per dollar AS, Ibrahim mengingatkan agar pasar tetap waspada terhadap dinamika geopolitik global yang masih fluktuatif. Kendati demikian, ia optimistis tren penguatan ini masih berpotensi berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
“Untuk perdagangan awal pekan depan, mata uang rupiah fluktuatif namun kemungkinan besar akan ditutup menguat kembali. Perkiraan saya, rupiah akan bergerak di rentang Rp 17.800 hingga Rp 17.910 per dollar AS, memanfaatkan momentum positif dari rilis data Bank Dunia ini,” pungkas Ibrahim.
Kenaikan proyeksi ke level 5 persen oleh Bank Dunia ini pada akhirnya berhasil memberikan bukti bahwa di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, ketahanan ekonomi Indonesia dinilai masih cukup tangguh untuk mencatatkan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment