Berita NASIONAL

Indonesia Sambut Baik Kesepakatan Damai Iran-AS, Kemlu RI: Ini Langkah Krusial untuk Stabilitas Global

Warga Iran berfoto bersama replika rudal Kheibar dalam kampanye mendukung Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei di Teheran, 4 Juni 2026.(AFP)

Gardupedia.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memberikan apresiasi yang tinggi terhadap tercapainya kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Indonesia memandang momentum ini sebagai sebuah pencapaian positif dalam meredakan ketegangan global serta mewujudkan stabilitas di kawasan Timur Tengah.

Melalui pernyataan tertulis resminya yang diunggah di akun media sosial X (@Kemlu_RI) pada Senin (15/6/2026), Kemlu RI menegaskan posisi Indonesia yang mendukung penuh langkah de-eskalasi ini.

“Indonesia menyambut baik kesepakatan damai yang dicapai antara Iran dan Amerika Serikat. Kesepakatan ini merupakan langkah krusial dalam meredakan ketegangan politik dan militer, sekaligus membuka jalan bagi terciptanya stabilitas, keamanan, dan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan Timur Tengah,” tulis Kemlu RI.

Selain menyambut baik, pihak Kemlu juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak serta para mediator yang telah bekerja keras dan berkontribusi secara konstruktif dalam mendorong penyelesaian perselisihan antara Washington dan Teheran.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah Indonesia mengimbau semua pihak yang terlibat untuk terus menahan diri, mematuhi poin-poin komitmen yang telah disepakati bersama, dan menjaga situasi agar tetap kondusif demi keberlanjutan proses perdamaian.

Ikut PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU

“Kami mengimbau semua pihak terkait untuk terus menahan diri dan menghormati penuh komitmen yang telah disepakati. Indonesia menegaskan kembali dukungannya terhadap segala upaya nyata yang bertujuan untuk menciptakan perdamaian global, berdasarkan hukum internasional dan prinsip-prinsip yang termaktub dalam Piagam PBB,” lanjut pernyataan tersebut.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran secara resmi telah menyepakati perjanjian untuk mengakhiri konfrontasi bersenjata dan menghentikan seluruh operasi militer secara permanen di berbagai wilayah konflik, termasuk di Lebanon.

Kabar baik ini pertama kali diumumkan oleh Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang bertindak sebagai fasilitator dalam dialog damai kedua negara tersebut. Sharif mengungkapkan bahwa proses penandatanganan dokumen perjanjian damai yang formal dijadwalkan berlangsung pada Jumat (19/6/2026) mendatang di Swiss.

Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan ini, pemerintah AS setuju untuk segera mencabut blokade Angkatan Laut mereka dan mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa dikenakan biaya tol, sehingga jalur distribusi minyak internasional bisa kembali berjalan normal.

Pihak otoritas Iran, melalui Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi, juga membenarkan pengumuman tersebut melalui siaran televisi nasional. Ia menegaskan bahwa kesepakatan ini resmi mengakhiri peperangan dan ketegangan militer secara langsung di semua lini pertikaian.

Ancaman Kekeringan, 90 Desa di Lebak Diprediksi Alami Krisis Air Bersih Tahun Ini

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *