Gardupedia.com – Tim nasional Argentina memulai langkah mereka dalam mempertahankan trofi Piala Dunia dengan performa yang sangat meyakinkan. Pada laga perdana Grup J Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Arrowhead Stadium, Kansas City, Rabu (17/6/2026) pagi WIB, Tim Tango berhasil menumbangkan Aljazair dengan skor telak 3-0. Kemenangan impresif ini diborong oleh kapten mereka, Lionel Messi, yang mencetak hattrick.
Mantan pelatih Persipura Jayapura asal Argentina, Alfredo Vera, mengamati bahwa hasil ini diraih melalui pendekatan bermain yang memang sudah menjadi karakter dasar negaranya. Menurutnya, meskipun ini merupakan laga pembuka di mana tim biasanya masih beradaptasi, Argentina berhasil mengontrol ritme pertandingan dengan sangat cerdas.
“Argentina menang dengan caranya sendiri. Memang pertandingan pertama selalu tidak mudah, tapi Argentina kelihatan bermain pintar dan tahu level mereka di atas lawan, jadi bermain tidak terlalu memaksa,” ujar Alfredo Vera saat dihubungi Kompas.com, Rabu sore.
Jalannya pertandingan sendiri sempat menyajikan persaingan ketat di menit-menit awal. Aljazair memberikan perlawanan sengit, bahkan gol cepat Messi pada menit kelima terpaksa dianulir lantaran offside. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-17 lewat aksi Messi. Setelah gol pembuka tersebut, armada asuhan Lionel Scaloni tampil jauh lebih rileks dan mendominasi jalannya laga hingga selesai.
Di usianya yang sudah menginjak 38 tahun, mega bintang Inter Miami ini membuktikan bahwa dirinya tetap menjadi sosok pembeda di lapangan. Alfredo Vera pun tak segan melayangkan pujian tinggi terhadap kontribusi sang kapten yang tidak pernah pudar oleh usia.
“Messi tetap luar biasa, dia selalu tampil maksimal, memiliki visi bermain yang sangat cerdas, teknik tinggi, dan ketenangan yang luar biasa,” kata pelatih yang juga pernah menukangi Persebaya Surabaya tersebut.
Vera juga menambahkan bahwa talenta yang dimiliki Messi sangatlah unik. Di matanya, pemain-pemain muda masa kini bisa meniru dedikasi dan profesionalisme Messi, tetapi tidak akan pernah bisa menduplikasi gaya bermainnya yang genius.
“Kalau untuk ditiru rasanya tidak bisa, karena bakatnya unik. Namun, pemain-pemain muda bisa belajar dari caranya memimpin tim dan profesionalismenya di dalam maupun luar lapangan,” tutur Vera menutup pernyataannya.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment