Berita Ekonomi

Daya Beli Melemah, Said Abdullah Sebut Target Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen Sulit Dicapai

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah.(Dok. DPR RI)

Gardupedia.com – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, memberikan peringatan keras kepada pemerintah agar tetap memprioritaskan stabilitas daya beli masyarakat demi mengejar target pertumbuhan ekonomi pada tahun 2027. Menurutnya, konsumsi rumah tangga masih memegang peranan krusial sebagai pilar utama perekonomian nasional. Jika daya beli masyarakat mengalami penurunan, target pertumbuhan ekonomi yang ambisius dipastikan bakal sulit terealisasi.

Said menjelaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2027 telah dipatok pada rentang 5,8 hingga 6,5 persen, yang diiringi dengan penguatan reformasi struktural serta disiplin fiskal. Target ini dirancang sebagai landasan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen di tahun 2029. Namun, ia mengingatkan bahwa angka-angka makro tersebut tidak akan tercapai tanpa menjaga kekuatan belanja masyarakat.

“Target pertumbuhan ekonomi pada 2027 yang diproyeksikan berada di angka 5,8 hingga 6,5 persen akan sulit dicapai jika kita mengabaikan kondisi riil masyarakat. Fondasi utama ekonomi kita adalah konsumsi rumah tangga, jadi pemerintah harus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga dan tidak tergerus oleh tekanan ekonomi,” ujar Said.

Pernyataan ini disampaikan Said setelah Banggar DPR RI menyetujui hasil kerja Panitia Kerja (Panja) terkait Asumsi Dasar Kebijakan Fiskal, Defisit, dan Pembiayaan dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027. Hasil kesepakatan tersebut nantinya akan dijadikan sebagai bahan nota pengantar dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, yang dijadwalkan akan disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada 16 Agustus mendatang.

Lebih lanjut, Said menekankan bahwa sektor konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi yang sangat besar, yakni sekitar 60 hingga 65 persen terhadap total perekonomian nasional. Oleh karena itu, penurunan kemampuan belanja masyarakat dapat langsung berdampak negatif pada capaian pertumbuhan ekonomi.

Bentuk Generasi Disiplin, 1.000 Taruna Akmil Beri Pelatihan Khusus untuk Siswa SR

Dari sisi pengelolaan anggaran, APBN 2027 disepakati akan memiliki defisit di kisaran 1,8 hingga 2,40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), yang berarti masih aman di bawah batas legal maksimal sebesar 3 persen. Dengan proyeksi pengeluaran negara yang cukup besar di angka 13 persen dari PDB, Said mendesak pemerintah untuk lebih inovatif dalam menggali sumber pendapatan negara guna menghindari goyahnya kestabilan defisit.

Adapun rincian asumsi dasar ekonomi makro tahun 2027 yang telah disepakati oleh DPR dan pemerintah adalah sebagai berikut:

  • Pertumbuhan ekonomi: 5,80% – 6,50%
  • Defisit anggaran: 1,8% – 2,40% dari PDB
  • Laju inflasi: 1,50% – 3,50%
  • Nilai tukar Rupiah: Rp16.800 – Rp17.500 per Dollar AS
  • Suku bunga SBN 10 tahun: 6,50% – 7,30%

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *