Gardupedia.com – Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang dijadwalkan dalam waktu dekat, sejumlah pondok pesantren di berbagai daerah mulai bersaing untuk menjadi lokasi penyelenggaraan. Penentuan waktu dan tempat untuk agenda tertinggi organisasi berlambang bola dunia ini sedang digodok secara mendalam dalam forum Konferensi Besar (Konbes) dan Musyawarah Nasional (Munas) NU. Forum strategis tersebut tengah berlangsung di Pesantren Al-Falah Ploso (Kediri) serta Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, dari tanggal 21 hingga 23 Juni 2026.
Meskipun keputusan resmi mengenai lokasi Muktamar belum diketuk, antusiasme dari berbagai pesantren cukup tinggi. Ketua Panitia Konbes-Munas NU 2026 sekaligus Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saefullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, membeberkan bahwa usulan menjadi tuan rumah datang dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), DKI Jakarta, hingga Jawa Timur.
“Banyak yang mengajukan diri menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 nanti. Ada usulan dari Sumatera Barat, NTB, DKI Jakarta, dan tentu saja dari Jawa Timur sendiri,” ujar Gus Ipul saat memberikan keterangan pers di sela-sela forum Konbes dan Munas NU.
Khusus di wilayah Jawa Timur, Gus Ipul menyebutkan ada dua pesantren besar yang secara resmi telah mengajukan diri. Kedua lembaga tersebut adalah Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri dan Pondok Pesantren Tambakberas di Jombang.
Mengingat waktu persiapan yang dinilai cukup singkat, Gus Ipul menekankan bahwa faktor aksesibilitas dan kemudahan transportasi akan menjadi salah satu pertimbangan utama PBNU dalam memilih lokasi.
“Karena waktu yang kita miliki terhitung pendek, faktor fasilitas penunjang, terutama kemudahan akses transportasi bagi para muktamirin (peserta muktamar), akan menjadi pertimbangan yang sangat penting bagi PBNU,” tambah Gus Ipul.
Kendati demikian, penentuan akhir tidak hanya bersandar pada hal teknis, melainkan juga akan melibatkan diskusi mendalam serta konsultasi dengan para ulama sepuh NU untuk mencapai mufakat.
Sebagai informasi, Muktamar NU merupakan forum tertinggi organisasi yang diadakan rutin setiap lima tahun sekali. Selain berfungsi sebagai momentum pergantian jajaran kepengurusan di tingkat pusat (PBNU), Muktamar juga menjadi ruang krusial untuk menetapkan arah kebijakan organisasi serta melahirkan keputusan-keputusan strategis keagamaan dan kebangsaan lainnya.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment