Berita NASIONAL

Dua Calon Pengelola Kopdes Merah Putih Gugur Saat Latsarmil, Kemhan Lakukan Evaluasi Total

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat ditemui di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (24/4/2026).(KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)

Gardupedia.com – Kabar duka datang dari pelaksanaan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Dua orang peserta yang tengah dipersiapkan menjadi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan (KDKMP) Merah Putih serta program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti rangkaian kegiatan pembinaan tersebut.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas wafatnya kedua peserta tersebut. Ia juga memaparkan kronologi medis dari masing-masing korban.

Peserta pertama, Anisa Muyassaroh, yang tengah menempuh pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026. Setelah sempat ditangani oleh tim medis satuan dan dirujuk ke rumah sakit, ia dinyatakan meninggal dunia akibat sengatan panas ekstrem (heat stroke). Sementara itu, peserta kedua bernama Yonanda Muhammad Taufiq mengalami penurunan kondisi fisik pada 17 Juni 2026 saat berlatih di Satdik Puslatpur Kodiklatad, Baturaja. Taufiq dinyatakan wafat akibat henti jantung (cardiac arrest).

Rico menegaskan bahwa sebelum mengikuti program ini, kedua mendiang telah melalui seluruh rangkaian seleksi ketat, termasuk tes kesehatan, dan dinyatakan memenuhi syarat.

“Kementerian Pertahanan bersama TNI telah memberikan pendampingan kepada keluarga kedua peserta serta memastikan seluruh proses penanganan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Rico melalui siaran pers resmi.

NU Siap Kawal Pemerintahan Prabowo, Rais Aam PBNU: Selama Tidak Mengajak pada Kekufuran

Menanggapi keprihatinan publik, Rico menyatakan bahwa Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional dan pihak penyelenggara pendidikan langsung bergerak cepat untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Evaluasi tersebut mencakup peninjauan kembali mekanisme seleksi kesehatan, pengawasan medis di lapangan, penanganan peserta dengan kondisi khusus, hingga sistem pelaporan dan komunikasi.

Lebih lanjut, Rico menjelaskan bahwa program SPPI ini sejatinya dibentuk untuk mencetak sumber daya manusia yang berintegritas, disiplin, berjiwa kepemimpinan, dan memiliki kemampuan manajerial yang kuat demi menyokong pembangunan nasional di wilayah pedesaan dan pesisir.

Ia juga menggarisbawahi bahwa keikutsertaan para pemuda dalam pelatihan ini bersifat sukarela atas dasar semangat bela negara. Pemerintah berjanji akan menjadikan peristiwa ini sebagai momentum perbaikan demi menjamin keselamatan peserta di masa depan.

“Setiap masukan, evaluasi, dan pembelajaran dari pelaksanaan kegiatan akan menjadi dasar penyempurnaan program ke depan agar berlangsung semakin baik, aman, profesional, dan akuntabel,” pungkas Rico.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Jumlah Bertambah, 4 Negara Dipastikan Angkat Koper Lebih Awal dari Piala Dunia 2026

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *