Gardupedia.com — Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang dijadwalkan menggelar bursa kerja (job fair) pada Selasa dan Rabu, 28–29 Juli 2026 di Gedung Wanita, Kota Magelang, Jawa Tengah. Agenda tahunan ini menyediakan sedikitnya 2.600 lowongan pekerjaan dari 18 perusahaan berskala regional hingga nasional.
Fungsional Pengantar Kerja di Bidang Penempatan Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kota Magelang, Nita Budi, menyampaikan bahwa angka 2.600 posisi tersebut masih berpotensi terus meningkat menjelang hari H pelaksanaan.
“Jumlah lowongan kerja ini masih dapat melebihi 2.600 hingga pelaksanaan bursa kerja nanti,” ujar Nita saat memberikan keterangan, Jumat (24/7/2026).
Meskipun antusiasme dunia usaha tinggi, Nita menjelaskan bahwa pihak Disnaker sengaja membatasi jumlah perusahaan peserta menjadi 18 entitas pada perhelatan tahun ini. Hal tersebut dipicu oleh keterbatasan alokasi anggaran yang tersedia.
Perbedaan ini cukup signifikan jika dibandingkan dengan penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya yang melibatkan hingga puluhan perusahaan dan menggunakan tempat yang lebih luas.
“Tahun-tahun lalu minimal 40 perusahaan. Bahkan, tahun lalu ada 65 perusahaan dan tempatnya diselenggarakan di GOR (gelanggang olahraga). Karena keterbatasan anggaran, tahun ini terpaksa kami batasi,” kata Nita membeberkan alasan penyesuaian lokasi dan kuota peserta.
Nita memaparkan, belasan perusahaan yang berpartisipasi berasal dari berbagai kota besar seperti Yogyakarta, Semarang, hingga Jakarta. Sektor industri yang dibuka meliputi bidang food and beverage (F&B), perhotelan, garmen, keuangan dan perbankan, hingga transportasi.
Mengenai jenjang jabatan, Nita menyebutkan mayoritas lowongan yang tersedia diperuntukkan bagi pencari kerja tingkat awal (entry level), meskipun ada sebagian kecil untuk tingkat menengah.
“Kebanyakan posisi yang ditawarkan berada pada entry level, tapi ada juga beberapa lowongan untuk middle management,” jelasnya.
Untuk memaksimalkan peluang kelulusan seleksi administrasi, Nita mengimbau para pelamar agar menyiapkan berkas-berkas lamaran kerja secara cermat dan lengkap dari rumah.
“Pencari kerja disarankan membawa CV, surat lamaran, ijazah terakhir, serta kalau ada sertifikat keahlian kerja dan surat pengalaman kerja juga bisa dilampirkan,” imbau Nita.
Selain penyerapan tenaga kerja lokal, job fair kali ini juga dirangkai dengan kegiatan gelar wicara (talkshow) mengenai edukasi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Nita menegaskan pentingnya forum ini untuk membekali masyarakat dengan pemahaman prosedur resmi bekerja di luar negeri.
Ia menyoroti maraknya kasus penipuan dan kejahatan yang menyasar para pencari kerja dengan iming-iming bekerja di luar negeri tanpa jalur resmi.
“Sudah marak kasus TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang), scamming, hingga jual beli organ tubuh. Berbagai modus kejahatan tersebut selalu dibungkus dengan tawaran kerja di luar negeri, tetapi secara ilegal,” tegas Nita memperingatkan para calon tenaga kerja.
Berdasarkan data resmi Disnaker Kota Magelang, saat ini tercatat sebanyak 62 warga Kota Magelang sedang bekerja secara legal sebagai pekerja migran di pelbagai negara, seperti Malaysia, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, hingga Turki.
Sebagai gambaran evaluasi penyerapan tenaga kerja, pada bursa kerja tahun 2025 lalu tercatat sebanyak 4.203 lowongan kerja dengan 1.271 peserta seleksi, di mana 201 orang di antaranya berhasil resmi diterima bekerja.
Kepala Disnaker Kota Magelang, Susilowati, menambahkan bahwa selain job fair, pihaknya secara rutin tiap pekan memfasilitasi seleksi tenaga kerja serta menyebarkan informasi lowongan melalui kanal digital hingga grup komunikasi tingkat RT. Menariknya, dari rekapitulasi pelamar harian, sekitar 80 persen pencari kerja justru didominasi oleh warga dari Kabupaten Magelang.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment