Gardupedia.com — Langkah Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, untuk bertarung di Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah diprediksi bakal menghadapi jalan terjal. Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai Kaesang akan kesulitan menghadapi dominasi PDI Perjuangan (PDI-P) serta figur sentralnya, Puan Maharani, di wilayah tersebut.
Menurut Jamiluddin, Dapil V Jawa Tengah yang meliputi Kota Surakarta (Solo), Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten merupakan basis tradisional PDI-P yang sangat kuat. Wilayah Solo Raya ini telah lama dikenal sebagai “kandang banteng” utama dengan loyalis partai yang mengakar hingga tingkat akar rumput.
“Dapil V Jateng itu basis utama PDI-P. Tingkat loyalitas pemilih di sana terhadap PDI-P sangat tinggi dan sudah terbangun bertahun-tahun,” kata Jamiluddin.
Jamiluddin menjelaskan bahwa keberadaan Puan Maharani di dapil tersebut menjadi benteng politik yang sangat tangguh. Puan secara konsisten selalu mencatatkan perolehan suara personal yang signifikan pada setiap penyelenggaraan pemilu legislatif, sekaligus mengamankan dominasi kursi bagi partainya.
“Puan Maharani memiliki basis massa riil dan pengaruh politik yang sangat kuat di Dapil V Jateng. Sulit bagi figur lain, termasuk Kaesang, untuk menandingi daya pikat dan mesin politik yang digerakkan Puan di kawasan tersebut,” ujar Jamiluddin.
Meskipun Kaesang memiliki popularitas yang tinggi serta status sebagai putra dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Jamiluddin menilai hal itu belum tentu cukup untuk meruntuhkan struktur pemilih ideologis PDI-P. Pemilih di kawasan Solo Raya dinilainya memiliki ikatan emosional dan historis yang kuat dengan PDI-P.
“Popularitas Kaesang dan nama besar Jokowi tentu menjadi modal, tetapi pemilih PDI-P di Dapil V itu sangat ideologis. Mereka tidak mudah berpaling hanya karena dorongan figur atau popularitas semata,” jelasnya.
Lebih lanjut, Jamiluddin menyoroti perbedaan kapasitas mesin politik antara PDI-P dan PSI di wilayah tersebut. PDI-P memiliki infrastruktur partai yang matang dan solid hingga tingkat RT dan RW, sedangkan PSI dinilainya masih dalam tahap membangun jaringan kader daerah.
“Mesin politik PDI-P di Solo Raya bekerja secara terstruktur dan masif. Jika PSI dan Kaesang tidak memiliki jaringan akar rumput yang sepadan, mereka akan kewalahan menghadapi gempuran kader-kader PDI-P di lapangan,” tambah Jamiluddin.
Jamiluddin pun mengingatkan bahwa bertarung di Dapil V Jateng membawa risiko politik yang cukup tinggi bagi Kaesang. Apabila hasil perolehan suaranya tidak mampu menembus dominasi PDI-P, hal tersebut berpotensi memengaruhi reputasi politik Kaesang maupun PSI di skala nasional.
“Menghadapi Puan dan PDI-P di kandangnya sendiri adalah pertaruhan besar bagi Kaesang. Jika tetap memutuskan maju di sana, PSI harus menyiapkan strategi ekstra luar biasa agar bisa memikat simpati masyarakat,” pungkas Jamiluddin.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment