Gardupedia.com — Kegagalan Timnas Indonesia menembus babak semifinal ASEAN Championship 2026 memicu sorotan tajam dari pengamat sepak bola nasional. Pelatih utama Skuad Garuda, John Herdman, dinilai perlu segera merumuskan variasi taktik dan rencana cadangan (plan B) agar strategi tim tidak mudah diredam oleh lawan.
Kepastian tersingkirnya Indonesia terjadi setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga pamungkas Grup A. Hasil tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ketiga klasemen akhir dengan koleksi 7 poin, berada di bawah Singapura yang mengunci posisi runner-up dengan 8 poin untuk mengamankan tiket ke semifinal.
Pengamat sepak bola nasional menilai Skuad Garuda masih kerap kedodoran ketika menghadapi skema tekanan tinggi (high pressing) dari tim-tim Asia Tenggara, terutama saat tim tidak diperkuat oleh komposisi pemain terbaiknya.
“Meskipun kita boleh dikatakan bangga dengan sepak terjang timnas ketika masuk hingga putaran ke-4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, tetapi kalau kita mau melihat lagi sekarang, Timnas Indonesia di tangan John Herdman ternyata di kawasan Asia Tenggara ketika tidak tampil dengan posisi pemain yang ideal masih mengalami kesulitan,” ujar sang pengamat pada Senin (10/8/2026).
Gaya permainan cepat dan agresif dari tim-tim kawasan ASEAN dianggap menjadi ujian tersendiri yang membutuhkan fleksibilitas strategi dari tim kepelatihan.
Meski meraih hasil mengecewakan di ajang regional kali ini, pengamat menekankan bahwa rentetan hasil tersebut harus dijadikan bahan evaluasi mendalam untuk menghadapi agenda-agenda besar mendatang, termasuk persiapan menyongsong FIFA ASEAN Cup pada September 2026.
“Kita masih sulit keluar dari tekanan. Tapi Timnas masih terus berproses dan mencoba kembali menemukan jati dirinya bahwa ada target besar yang ingin dicapai, goals-nya di Piala Dunia 2030,” tambahnya.
Kini, fokus utama berada pada John Herdman dan jajaran pelatih untuk mengevaluasi kedalaman skuad serta memperkaya opsi taktik, sehingga Indonesia dapat kembali tampil dominan di pentas Asia Tenggara maupun tingkat internasional.


Comment