Berita Regional

Nasib Petani Bojonegoro: Ditahan Usai Diduga Curi 2 Kayu Jati demi Perbaiki Rumah

to, seorang petani asal Desa Nganti, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang menjadi tersangka kasus pencurian dua batang kayu milik Perhutani di kawasan petak 128 F KPH Padangan. (KOMPAS.com / HAMIM)

Gardupedia.com — Seorang petani asal Desa Nganti, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Suginanto (44), ditahan oleh pihak kepolisian setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencurian dua batang kayu jati milik Perhutani. Kasus hukum yang menjerat Suginanto tersebut membawa dampak finansial dan psikologis yang berat bagi keluarganya.

Sejak Suginanto mendekam di tahanan, sang istri, Suniti (35), harus memikul beban tunggal untuk menghidupi dua anaknya yang masih mengenyam pendidikan di bangku sekolah. Tanpa memiliki pekerjaan tetap maupun lahan garapan di hutan, Suniti mengaku terpaksa meminjam uang dari tetangga untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

“Untuk makan setiap hari ya terpaksa ngutang tetangga sejak suami dipenjara,” kata Suniti saat memberikan keterangan pada Selasa (22/9/2026).

Suniti menyampaikan bahwa dirinya berkeinginan untuk bekerja guna menopang perekonomian keluarga. Namun, keterbatasan lapangan pekerjaan di desanya membuat ia belum mendapatkan sumber penghasilan yang dapat diandalkan.

“Saya mau kerja juga enggak ada kerjaan, dan enggak ada garapan sama sekali di hutan,” tuturnya.

Yusril Tegaskan Pemerintah Tak Akan Intervensi Jika KPK Periksa Nusron Wahid

Tak hanya berdampak pada kondisi ekonomi, penahanan Suginanto juga memicu tekanan mental bagi anak-anaknya. Suniti membeberkan bahwa anak bungsunya sempat menolak pergi ke sekolah selama tiga hari akibat menjadi sasaran perundungan (bullying) oleh teman-teman sebayanya setelah kabar penahanan sang ayah menyebar.

“Anak yang terakhir itu tiga hari enggak mau sekolah, katanya di-bully temannya,” ungkap Suniti.

Demi menjaga perasaan sang buah hati, Suniti terpaksa menyembunyikan kondisi sebenarnya. Setiap kali hendak menjenguk suaminya di tahanan, Suniti berbohong dengan berpamitan hendak menjemput ayahnya pulang.

“Kalau menjenguk, pamitnya mau jemput bapak dan pulangnya pun ditanyain, ‘Bapak kok enggak ikut pulang’,” ujarnya.

Meski dihimpit kesulitan ekonomi dan beban mental, Suniti tetap bertekad mendorong anak-anaknya untuk terus bersekolah. Mengenai kondisi suaminya, Suniti mengabarkan bahwa Suginanto saat ini dalam keadaan sehat di dalam tahanan.

Pascabanjir Sumatera: Guru Dapat Insentif, Sekolah Rusak Mulai Diberbaiki

“Untuk kondisi Pak Suginanto di tahanan, alhamdulillah sehat,” kata Suniti.

Suniti berharap proses hukum yang sedang berjalan dapat segera memberikan kepastian, sehingga suaminya dapat secepatnya dibebaskan dan kembali berkumpul bersama keluarga.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *