Berita NASIONAL Pemerintahan

Pascabanjir Sumatera: Guru Dapat Insentif, Sekolah Rusak Mulai Diberbaiki

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti (kanan). (KOMPAS.com/Febrianto Adi Saputro)(Febrianto Adi Saputro)

Gardupedia.com — Pemerintah pusat berkomitmen mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir yang menerjang Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pemerintah merancang lima program prioritas untuk memulihkan fasilitas pendidikan, memberikan insentif guru, hingga menjamin keberlanjutan proses belajar siswa.

Rencana pemulihan tersebut dipaparkan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam konferensi pers bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (23/9/2026) sore.

Abdul Mu’ti menjelaskan, langkah awal dalam program rehabilitasi ini difokuskan pada perbaikan dan pembangunan kembali infrastruktur sekolah yang terdampak banjir, baik kerusakan skala ringan, berat, maupun hancur total.

“Yang pertama adalah pembangunan kembali sekolah-sekolah yang rusak ringan, yang rusak berat, maupun yang memang harus dibangun total karena kerusakannya sangat parah,” ujar Mu’ti.

Program kedua berfokus pada pemenuhan sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar-mengajar (KBM). Pemerintah menyalurkan bantuan fisik berupa meja, kursi, peralatan laboratorium, hingga pasokan buku pelajaran untuk memastikan KBM dapat segera berlangsung normal.

Yusril Tegaskan Pemerintah Tak Akan Intervensi Jika KPK Periksa Nusron Wahid

Selain bantuan fisik, program ketiga diarahkan untuk memperkuat kapasitas dan memberikan apresiasi kepada para tenaga pendidik melalui program pelatihan penanganan bencana serta pemberian insentif khusus.

Selanjutnya, program keempat menyasar pemulihan kesehatan emosional warga sekolah melalui layanan pendampingan psikososial dan konseling (trauma healing) di luar kegiatan kurikuler.

Adapun fokus utama dalam program kelima adalah menjamin kepastian proses pembelajaran bagi siswa tingkat akhir, khususnya kelas 12 yang dipersiapkan untuk menghadapi ujian akademik dalam waktu dekat.

“Terutama adalah untuk kelas 12 yang nanti di bulan Oktober ini akan menyelenggarakan tes kemampuan akademik,” tegas Mu’ti.

Pada kesempatan yang sama, Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa penanganan di sektor pendidikan, infrastruktur, dan kesehatan ini menjadi bukti keseriusan pemerintah pusat dalam mendampingi masyarakat selama masa rehabilitasi dan rekonstruksi.

Survei Poltracking: Tingkat Pengenalan Rendah, 57,6 Persen Publik Tak Kenal Anggota DPR dari Dapilnya

“Apa yang sudah dikerjakan dan akan dikerjakan ini kan menjadi bukti bahwa pemerintah, terutama pemerintah pusat tidak tinggal diam dengan peristiwa bencana Sumatera dan kita sudah bekerja betul-betul masif di tahap rehab dan rekon ini,” ujar Tito.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *