Berita Regional

Pemkab Bogor Berencana bakal Beri Beasiswa Kuliah Santri dan Anak Yatim

Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi (Jaro Ade) (Rizky/detikcom)

Gardupedia.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah mematangkan wacana pemberian beasiswa perguruan tinggi bagi para santri berprestasi dan anak yatim di wilayahnya. Program ini disiapkan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan keagamaan sekaligus mendukung pemerataan pendidikan tinggi.

Rencana kebijakan tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, seusai menghadiri gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Bogor pada Rabu (4/11/2026). Ade menjelaskan bahwa program ini akan dikembangkan dari skema beasiswa sarjana per desa yang selama ini telah berjalan atas dukungan DPRD Kabupaten Bogor.

“Alhamdulillah, saat ini Pemkab Bogor dengan dukungan DPRD sudah memiliki program beasiswa sarjana untuk tiap desa. Ke depan, kami berharap skema beasiswa ini juga dapat menyasar anak-anak santri,” ujar pejabat yang akrab disapa Jaro Ade tersebut, Rabu (4/11/2026).

Jaro Ade menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memberikan perhatian seimbang antara sektor pendidikan umum dan pendidikan keagamaan. Ia mengungkapkan, wacana ini turut terinspirasi oleh gagasan Presiden Prabowo Subianto terkait pembangunan Sekolah Rakyat yang berfokus pada penyediaan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

“Salah satu motivasi kami adalah program Sekolah Rakyat dari Presiden Prabowo Subianto, di mana warga yang kurang mampu tetap bisa mengenyam pendidikan. Hal ini yang ingin kita terapkan di Kabupaten Bogor,” tutur Ade.

Kesaksian Pendamping Haji: Eks Menag Yaqut Kerja Ekstra Selama Puncak Haji 2023

Selain menanggung biaya perkuliahan, bantuan pendidikan ini direncanakan mencakup operasional penunjang belajar, seperti penyediaan kitab-kitab keagamaan. Sasaran prioritas penerima beasiswa meliputi santri berprestasi dari keluarga prasejahtera serta anak-anak yatim.

Ade berharap wacana tersebut mendapat pengawalan penuh dari Bupati Bogor dan DPRD Kabupaten Bogor agar alokasi anggarannya dapat disetujui dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Mudah-mudahan mendapat dukungan dari Pak Bupati maupun DPRD. Anggaran yang perlu disisihkan tidak terlalu besar demi memberikan perhatian nyata pada dunia pendidikan keagamaan,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *