Kolaborasi InJourney dan Kementerian Kebudayaan untuk Pengelolaan Candi Borobudur
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney bersama Kementerian Kebudayaan menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang bertujuan untuk mengelola kompleks Candi Borobudur. Tujuan utamanya adalah menjadikan tempat ini sebagai destinasi pariwisata spiritual yang berbasis budaya. Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan, serta Direktur Utama InJourney, Maya Watono. Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, CEO PT Danantara Asset Management (Persero) Dony Oskaria, dan Direktur Utama InJourney Destination Management Febrina Intan.
Fadli Zon menyampaikan harapan bahwa melalui langkah-langkah ini, Borobudur dapat dikelola secara lebih progresif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi semua pihak. Ia menekankan pentingnya pengembangan fasilitas yang mendukung semua kalangan dalam menikmati Borobudur serta mendorong inklusivitas.
MoU ini mencakup beberapa aspek penting seperti pengelolaan Kompleks Candi Borobudur, kerja sama sumber daya manusia dan manajemen, serta pertukaran data dan informasi. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi besar pengelolaan Candi Borobudur secara terpadu. Pendekatan ini juga dimaksudkan untuk memperkuat peran PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, atau InJourney Destination Management, sebagai anak usaha dari InJourney, sebagai Single Destination Management tata kelola kompleks candi Borobudur.
Fadli Zon menilai momentum ini sebagai kesempatan baik untuk mewujudkan semangat kebudayaan dalam pengelolaan kompleks Candi Borobudur sebagai situs budaya Indonesia. Ia menilai bahwa penataan yang dilakukan oleh InJourney, seperti pengelolaan alur kunjungan dan pengembangan Kampung Seni Borobudur, sudah berada di jalur yang tepat.
Dony Oskaria menambahkan bahwa promosi pariwisata Candi Borobudur terus diperkuat melalui berbagai inisiatif. Salah satunya adalah dengan membuka konektivitas antara Bangkok dan Yogyakarta melalui program familiarization trip yang melibatkan 250 agen perjalanan. Tujuannya adalah untuk secara langsung mengeksplorasi dan memperkenalkan potensi pariwisata Joglosemar, khususnya Candi Borobudur.
Menurut Dony, pengelolaan destinasi strategis seperti Candi Borobudur kini diarahkan untuk tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Parameter kinerja InJourney telah disusun untuk menempatkan kesejahteraan sosial dan dampak lokal sebagai prioritas utama.
Dampak Bagi Masyarakat Sekitar
Melalui mekanisme kerja sama ini, Museum Candi Borobudur dapat menjalankan fungsi kebudayaan dan pelestarian secara optimal. Di saat yang sama, InJourney Destination Management dapat menjalankan perannya sebagai fasilitator pariwisata yang mengedepankan nilai edukasi dan pengalaman autentik. Sementara itu, masyarakat sebagai penikmat budaya akan merasakan manfaat nyata dari keterbukaan akses, peningkatan kualitas layanan, serta dampak ekonomi yang lebih merata.
Maya Watono menyampaikan bahwa kolaborasi ini akan mewujudkan Borobudur sebagai destinasi pariwisata yang tidak hanya spiritual dan berbasis budaya, tetapi juga menjadi wujud nyata kekayaan warisan bangsa yang dapat dinikmati dan dijaga secara berkelanjutan.
Kerja sama ini menandai peran InJourney sebagai holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata serta Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sebagai penjaga nilai-nilai historis, kultural, dan spiritual di Candi Borobudur. Maya Watono menyebutkan bahwa terdapat peningkatan year on year growth sebesar 5,6% untuk masyarakat sekitar akibat berbagai program dan aktivitas berbasis budaya yang dilakukan di kompleks Candi Borobudur.
InJourney melalui InJourney Destination Management menghadirkan beragam program aktivitas berbasis budaya yang dirancang khusus untuk memberikan pengalaman tak terlupakan bagi setiap pengunjung. Salah satu momen istimewa yang ditawarkan adalah kesempatan menyaksikan keindahan matahari terbit di Borobudur pada pukul 4 pagi melalui program “Borobudur Sunrise”, sebuah pengalaman spiritual yang mampu menghadirkan kedamaian dan kekaguman yang mendalam.
Selain itu, berbagai program lain juga disiapkan. Tujuannya ialah untuk memperkaya perjalanan pengunjung, menciptakan momen-momen bermakna yang mengajak setiap orang menikmati kompleks Candi Borobudur dengan cara yang lebih mendalam dan autentik, menjadikan kunjungan bukan sekadar wisata, tetapi sebuah perjalanan jiwa yang berakar pada nilai budaya dan spiritual.


Comment