Berita Business Ekonomi

Bidikan Baru PLTS Nasional: Melirik Potensi Energi Hijau di Lahan Pascatambang

Penandatanganan nota kesepahaman antara Pertamina New & Renewable Energy dan PT Bukit Asam Tbk dilakukan di Jakarta, Kamis (2/7/2026), untuk pengembangan PLTS di area operasional dan lahan pascatambang PTBA. (DOK. PNRE)

Gardupedia.com – Dalam rangka mempercepat transisi energi hijau di Indonesia, subholding energi baru dan terbarukan PT Pertamina (Persero), yaitu Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), resmi menjalin kolaborasi strategis dengan emiten pertambangan batu bara, PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Kerja sama ini berfokus pada pemanfaatan area operasional dan lahan pascatambang milik PTBA untuk dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Langkah ini diambil sebagai strategi optimalisasi aset-aset negara demi mendukung pengembangan energi bersih yang berkelanjutan.

Kesepakatan penting ini dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung pada Kamis (2/7/2026) di Kantor Pusat PTBA, Jakarta.

Corporate Secretary Pertamina New & Renewable Energy, Sri Nur Hidayati, mengungkapkan bahwa kemitraan antar-BUMN ini memegang peranan krusial bagi industri dalam negeri.

“Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan proyek-proyek energi hijau yang berkelanjutan, tetapi juga mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), memperkuat ekosistem industri nasional, serta membuka peluang pendanaan hijau untuk mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia,” ujar Sri Nur Hidayati melalui keterangan pers pada Sabtu (4/7/2026).

Sesalkan Kerumunan Warga di Lokasi Kebakaran TPA Jatiwaringin, Wamen LH: Ini Bukan Tontonan!

Melalui kemitraan ini, Pertamina NRE berkomitmen penuh untuk mengonversi aset-aset nasional menjadi pusat produksi energi bersih. Upaya ini juga sejalan dengan program strategis nasional yang membidik target pembangunan PLTS dengan total kapasitas mencapai 100 gigawatt (GW) pada tahun 2029 mendatang.

Lebih lanjut, Sri Nur Hidayati menjelaskan bahwa sinergi dan kolaborasi ini merupakan langkah yang sangat strategis. Menurutnya, proses percepatan transisi energi tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan integrasi yang kuat dari berbagai lini.

“Percepatan transisi energi memerlukan kolaborasi yang mampu mengintegrasikan pengembangan proyek, kesiapan ekosistem industri, serta peningkatan kapasitas nasional untuk menjawab kebutuhan energi bersih yang terus meningkat,” tambahnya.

Komitmen ini disambut positif oleh manajemen PTBA. Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PT Bukit Asam Tbk, Turino Yulianto, menegaskan bahwa perusahaannya berkomitmen penuh pada kelestarian lingkungan melalui visi Sustainability Through Technology.

Turino menambahkan bahwa kapabilitas dan penguasaan teknologi yang dimiliki oleh Pertamina NRE diyakini mampu memberikan solusi nyata dalam menekan emisi karbon global. Langkah mitigasi perubahan iklim ini diharapkan dapat berjalan beriringan tanpa harus mengorbankan stabilitas pasokan energi maupun laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Bank Jombang Sebut Utang Rp 70 Juta Nenek Ngatini Hasil Refinancing Dan Dugaan Penipuan Oknum LSM

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *