Business Ekonomi

Profil dan Kekayaan Riduan, Dirut Baru Bank Mandiri Tembus Rp 126 Miliar

Pengangkatan Riduan sebagai Direktur Utama Bank Mandiri

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah menetapkan Riduan sebagai Direktur Utama. Ia menggantikan posisi Darmawan Junaidi yang sebelumnya menjabat sejak 2020. RUPSLB ini digelar di Menara Mandiri, Jakarta, dan awalnya direncanakan berlangsung pada Senin, 4 Agustus 2025 pukul 15.00 WIB. Namun, sesuai pengumuman di laman Bursa Efek Indonesia, jadwal rapat diubah menjadi pukul 09.00 WIB.

Profil Riduan

Dalam Laporan Tahunan 2024 Bank Mandiri, Riduan memiliki latar belakang pendidikan yang kuat. Ia meraih gelar Sarjana (S1) dalam bidang Ekonomi Akuntansi dari Universitas Sriwijaya (Unsri) pada 1995, kemudian melanjutkan studi Magister (S2) di bidang Manajemen pada 2007.

Karier Riduan dimulai pada 1996 hingga 1999 sebagai Auditor Internal di PT Bank Dagang Negara (Persero) atau BDN, yang kini dilebur menjadi Bank Mandiri bersama beberapa bank lain. Setelah itu, ia bergabung dengan Bank Mandiri sejak 1999 dan pernah menjabat berbagai posisi penting seperti Auditor Internal, Head of Internal Control & Compliance, serta Cash Outlet Manager di Kantor Wilayah II/Palembang.

Selama bertahun-tahun, Riduan terus berkembang di Bank Mandiri. Ia pernah menjadi Kepala Cabang Kelas 3, Kepala Cabang Kelas 2, dan Vice President di Commercial Banking Center. Pada 2011-2013, ia menjabat Senior VP (Group Head) Business Banking I Bank Mandiri. Selanjutnya, Riduan juga pernah menjadi Komisaris PT Mandiri AXA General Insurance.

Pada 2013-2016, Riduan meninggalkan Bank Mandiri untuk menjadi Direktur Keuangan dan Investasi di PT Askes (Persero)/BPJS Kesehatan. Setelah itu, ia kembali ke Bank Mandiri sebagai Senior VP/Regional CEO II/Sumatera 2 pada 2016 hingga 2017.

Kuras Rp 1,5 Miliar dari APBN, Proyek Sumur Bor di Rote Ndao Harus Tepat Sasaran

Beberapa jabatan lain yang pernah diemban oleh Riduan antara lain Senior Executive Vice President (SEVP) Middle Corporate Bank Mandiri (2017-2019), Komisaris PT Mandiri Sekuritas (2018-2019), dan Direktur Commercial Banking (2019-2024). Sebelum menjadi Direktur Utama, ia menjabat sebagai Direktur Corporate Banking Bank Mandiri sejak 2024.

Harta Kekayaan Riduan

Berdasarkan arsip Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara elektronik (e-LHKPN) yang dilihat dari situs Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Riduan memiliki total harta mencapai Rp 126.887.846.276. Jumlah tersebut merupakan pelaporan tahun 2024 sebagai Direktur Corporate Banking Bank Mandiri, yang disampaikan pada Senin, 24 Maret 2025.

Berikut rincian harta kekayaan Riduan:
– Tanah dan bangunan: Rp 49.097.729.579.
– Alat transportasi dan mesin: Rp 3.615.475.000.
– Harta bergerak lainnya: Rp 1.333.200.000.
– Surat berharga: Rp 38.010.782.000.
– Kas dan setara kas: Rp 42.204.171.405.
– Utang: Rp 7.373.511.708.

Riduan memiliki 12 bidang tanah dan/atau bangunan yang tersebar di Jakarta Selatan, Bekasi, Karawang, dan Palembang. Aset properti tersebut memiliki luas antara 34,04 hingga 662 meter persegi.

Selain itu, Riduan juga memiliki 12 unit kendaraan yang diklaim berasal dari hasil sendiri. Kendaraan miliknya antara lain mobil Toyota Kijang Innova Minibus (2011), Toyota Camry Sedan (2011), motor Yamaha Xeon (2011), Toyota Alphard Minibus (2016), Chevrolet Minibus (2016), Yamaha Nmax (2016), BMW X5 Minibus (2020), Mitsubishi Pajero Sport 2.4L (2022), Wuling E230R EV (2022), Mercedes Benz E 300 AT (2018), dan Honda Beat (2024).

Rugikan 58 Pasangan hingga Rp2,6 Miliar, Pemilik WO Marwah Resmi Ditahan

Mengacu pada Laporan Tahunan 2024 Bank Mandiri, Riduan memiliki 11.250.000 saham Bank Mandiri (BMRI) atau setara 0,012 persen per 31 Desember 2024.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *