Gardupedia.com – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat (Rerie), menggarisbawahi urgensi peningkatan keterampilan (upskilling) bagi para peserta didik secara konsisten. Menurutnya, hal ini merupakan langkah krusial dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih fleksibel dan adaptif guna merespons dinamika dunia industri yang terus bertransformasi.
Dalam keterangan resminya pada Rabu (18/2/2026), Rerie menyatakan bahwa ketersediaan tenaga kerja yang kompeten sangat diperlukan untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. Ia menilai bahwa tantangan zaman saat ini menuntut adanya sistem pendidikan yang tidak hanya memberikan teori, tetapi juga melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil dan siap pakai.
“Pergeseran kebutuhan pasar kerja saat ini telah memicu pertumbuhan sektor-sektor baru, mulai dari ekonomi digital, industri kreatif, penerapan kecerdasan buatan (AI), hingga ekonomi berkelanjutan,” ungkap Rerie, yang juga merupakan anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah.
Lebih lanjut, Rerie menekankan bahwa lembaga pendidikan harus mampu mengintegrasikan kompetensi di bidang-bidang baru tersebut ke dalam kurikulum mereka. Hal ini penting agar para lulusan memiliki daya saing yang relevan dengan permintaan dunia usaha saat ini.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan baik di tingkat pusat, daerah, maupun masyarakat luas untuk berkolaborasi dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang adaptif. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan SDM yang mampu menjawab tantangan industri nasional sekaligus memperkuat fondasi ekonomi Indonesia di masa depan.
Pernyataan ini sejalan dengan data yang sempat diungkapkan oleh Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, yang menyebutkan bahwa mayoritas pekerja global (sekitar 59%) saat ini membutuhkan tambahan keterampilan baru agar tetap relevan dengan standar kebutuhan industri yang terus berubah.


Comment