Peninjauan Lokasi Kebakaran di Taman Sari
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah, melakukan peninjauan langsung ke lokasi kebakaran yang terjadi di RW 005 dan RW 006, Kelurahan Tangki, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat. Kebakaran besar yang terjadi pada Minggu (28/9/2025) menyebabkan lebih dari 1.000 warga kehilangan tempat tinggal mereka.
Ima menekankan pentingnya tindakan cepat dalam menghadapi situasi ini untuk memastikan kebutuhan dasar dan rasa aman warga tetap terpenuhi selama masa pemulihan. Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta telah segera merespons dengan memberikan bantuan darurat berupa pangan, pakaian, dan layanan kesehatan.
Selama kunjungan tersebut, Ima juga berdialog langsung dengan para korban kebakaran. Mereka menyampaikan beberapa harapan, seperti bantuan pasca-kebakaran yang harus segera dipenuhi. Aspirasi warga mencakup kebutuhan surat-surat penting, seragam sekolah anak-anak, pembangunan kembali rumah, hingga pemulihan mental bagi anak-anak.
Lebih lanjut, Ima menyoroti perlunya langkah antisipasi agar kebakaran serupa tidak terulang di wilayah padat penduduk. Ia menyarankan Pemprov DKI Jakarta untuk mempersiapkan hydrant di area rawan serta menertibkan kabel-kabel yang menghalangi akses mobil pemadam kebakaran. Hal ini bertujuan agar penanganan kebakaran dapat lebih cepat dan efektif.
Data Korban Kebakaran di Tangki
Berdasarkan data dari BPBD Jakarta, total ada 1.268 jiwa yang terdampak kebakaran di wilayah Tangki, Taman Sari. Ribuan jiwa tersebut tersebar di dua RW, dengan jumlah KK mencapai 321. Korban kebakaran termasuk bayi dan lansia, yang menjadi perhatian khusus.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa pemerintah harus hadir untuk membantu warga yang terkena dampak kebakaran. Ia menyoroti kondisi para lansia dan balita yang sangat rentan. Pemprov DKI Jakarta telah mendistribusikan kebutuhan darurat, termasuk popok untuk balita, meskipun sempat tertunda di hari pertama.
Pramono juga menegaskan komitmen pemerintah untuk membantu penyintas kebakaran dalam mengurus dokumen-dokumen penting, seperti surat tanah yang terbakar. Mayoritas warga memiliki surat resmi, seperti Hak Guna Bangunan (HGB) maupun Sertifikat Hak Milik (SHM), yang didaftarkan melalui program Prona pada 2018 silam. Ia menjamin bahwa semua dokumen tersebut akan diberikan kembali setelah proses pemulihan.
Kritik dari Anggota DPRD DKI
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kevin Wu, menyoroti program “1 RT 1 APAR” saat meninjau lokasi kebakaran di Gang Langgar, Kelurahan Tangki, Taman Sari, Jakarta Barat. Ia mempertanyakan kelanjutan program tersebut yang sebelumnya digadang-gadang oleh gubernur.
Kevin menyatakan keheranannya mengapa program ini tidak terdengar lagi dalam beberapa kebakaran terakhir. Ia meminta Pemprov DKI Jakarta untuk serius menjalankan program ini karena kebakaran terus menjadi ancaman bagi warga Jakarta.
Menurutnya, kebakaran yang terus terjadi di wilayah padat penduduk seperti Gang Langgar perlu diselidiki penyebabnya agar kejadian serupa bisa dicegah. Ia menekankan pentingnya investigasi untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kebakaran, bukan hanya mencari kesalahan.
Kevin juga menyoroti kejadian kobaran api yang terulang meskipun sudah sempat dipadamkan. Hal ini disinyalir terjadi karena minimnya ketersediaan air di sekitar lokasi kebakaran, sehingga pihak damkar kesulitan untuk memadamkan api. Ia mengatakan bahwa api sempat padam, lalu kembali menyala, dan hal ini terjadi berkali-kali. Informasi kedua yang diterima adalah terkait kekurangan pasokan air.


Comment