Gardupedia.com – Badan sepak bola dunia, FIFA, secara resmi menyatakan komitmennya untuk membenahi infrastruktur sepak bola di Palestina yang mengalami kerusakan parah. Fokus utama dari program ini adalah merehabilitasi berbagai fasilitas olahraga di Gaza yang hancur akibat konflik bersenjata dengan Israel.
Rencana besar ini disampaikan oleh FIFA dalam pertemuan perdana Board of Peace yang berlangsung di Washington, Amerika Serikat, pada Kamis (19/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, perwakilan FIFA bertemu langsung dengan Presiden Donald Trump untuk membahas langkah-langkah perdamaian melalui jalur olahraga.
Presiden Trump menyambut positif inisiatif tersebut dan menyatakan ketertarikannya untuk meninjau langsung progres pembangunan di sana. “Ini adalah sesuatu yang luar biasa. Kami akan segera mengumumkan rincian rencana ini secara lebih mendetail, dan jika memungkinkan, saya ingin mendampingi Anda ke lokasi tersebut,” ujar Trump.
Kondisi sepak bola di Palestina memang sedang berada di titik nadir. Selain hancurnya stadion dan lapangan latihan, banyak atlet serta anak-anak di Tepi Barat yang menjadi korban dalam konflik tersebut. Meski FIFA terus mendapat desakan dan kecaman publik untuk menjatuhkan sanksi kepada Israel atas situasi kemanusiaan yang terjadi, hingga saat ini federasi tersebut tetap pada posisinya untuk tidak memberikan hukuman formal.
Di sisi lain, langkah Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang melibatkan Donald Trump dalam urusan ini juga menuai kontroversi. Kabarnya, Infantino sempat dilaporkan ke Komite Etik FIFA terkait kedekatannya dengan kepemimpinan AS dalam pengambilan kebijakan strategis organisasi.
Melalui program ini, FIFA berharap sepak bola dapat kembali menjadi sarana harapan bagi masyarakat Palestina, khususnya bagi generasi muda yang kehilangan sarana bermain dan berprestasi akibat perang.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment