Manchester United Kembali Gagal di Pekan Pertama, Apakah Ini Tanda Buruk?
Manchester United, salah satu klub sepak bola terbesar di Inggris, kembali mengalami kekalahan di pekan pertama kompetisi Premier League musim 2025-2026. Kekalahan ini terjadi saat mereka bertandang ke Old Trafford dan kalah 0-1 dari Arsenal. Meskipun hasil ini belum sepenuhnya menunjukkan kegagalan musim ini, sejarah menunjukkan bahwa kekalahan di awal musim tidak selalu berarti akhir dari perjalanan tim.
Sejarah mencatat bahwa Manchester United pernah menjadi juara Liga Primer Inggris meskipun kalah di pekan perdana. Dalam beberapa musim, seperti 1992-1993, 1995-1996, dan 2012-2013, Setan Merah berhasil meraih gelar juara meski sempat kalah pada laga pembuka. Hal ini menunjukkan bahwa kekalahan di awal musim bukanlah hal yang mustahil untuk diatasi.
Pada musim 1992-1993, Manchester United kalah 1-2 dari Sheffield United di pekan pertama. Namun, mereka mampu memperbaiki performa dan menutup musim dengan unggul 10 poin atas Aston Villa. Sementara itu, pada musim 1995-1996, United kalah 1-3 dari Aston Villa di laga pembuka, tetapi akhirnya menjadi juara setelah menyelesaikan musim dengan keunggulan yang signifikan.
Musim 2012-2013 juga menjadi contoh lain. Meskipun kalah 0-1 dari Everton di awal musim, United akhirnya mengunci gelar juara dengan unggul 11 poin atas Manchester City. Semua pencapaian ini dilakukan di bawah arahan Sir Alex Ferguson, pelatih legendaris yang dianggap sebagai satu-satunya pelatih yang mampu mengubah kekalahan di awal musim menjadi kesuksesan.
Setelah Ferguson meninggalkan klub pada akhir musim 2012-2013, para penerusnya belum pernah mampu mengulangi kesuksesan tersebut. Bahkan, beberapa kali Manchester United mengalami kekalahan di pekan pertama dan gagal meraih gelar juara. Contohnya pada musim 2014-2015, ketika Louis van Gaal memimpin tim, Manchester United kalah 1-2 dari Swansea City di laga pembuka dan hanya finis di peringkat empat.
Di musim 2020-2021, Ole Gunnar Solskjaer juga menghadapi kekalahan di pekan pertama saat kalah 1-3 dari Crystal Palace. Hasilnya, United hanya menjadi runner-up Premier League. Sementara itu, pada musim 2022-2023, Erik ten Hag menghadapi kekalahan 1-2 dari Brighton & Hove Albion di laga pembuka dan akhirnya finis di peringkat tiga.
Kini, Ruben Amorim, pelatih baru Manchester United, langsung menghadapi tekanan setelah kekalahan dari Arsenal. Ia mengklaim bahwa timnya lebih baik dibandingkan musim lalu. “Kami lebih agresif dibandingkan tahun lalu. Kami melakukan sprint lebih banyak, kami lebih berani,” ujarnya. Ia juga menyebut bahwa timnya kehilangan lebih sedikit bola dalam membangun serangan.
Meskipun begitu, masih ada keraguan apakah Amorim mampu mengikuti jejak Sir Alex Ferguson dalam mengubah kekalahan di awal musim menjadi kesuksesan. Sejarah telah membuktikan bahwa hanya satu pelatih yang mampu melakukannya. Jika Amorim ingin mengulangi prestasi tersebut, ia harus membuktikan bahwa dirinya mampu memimpin tim dengan strategi yang tepat dan semangat yang kuat.


Comment