Gardupedia.com — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Ahmad Athoillah, M.IP., yang dikenal dengan sapaan akrab Gus Atho’, kembali memperkuat komitmennya sebagai wakil rakyat yang turun langsung menyerap kebutuhan masyarakat.
Melalui dua agenda Reses Masa Persidangan III Tahun 2025 yang digelar di Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, dan Alun-Alun Ngoro, Desa Sedati, Kabupaten Mojokerto, Gus Atho’ menampung beragam aspirasi. Suara-suara tersebut datang dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk guru ngaji, buruh pabrik, penggerak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta tokoh masyarakat, yang seluruhnya akan diperjuangkan di tingkat kebijakan provinsi.
Sorotan pada Pendidikan dan Kesejahteraan Buruh
Pada kegiatan reses pertama yang berlangsung Sabtu pagi (22/11) di Desa Gayaman, warga fokus menyampaikan problematika seputar pendidikan dan kesejahteraan umum.
Nasikah (50), salah seorang warga, secara khusus meminta perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) untuk menaikkan tunjangan bagi guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Madrasah Diniyah (Madin), yang dianggap sebagai fondasi pendidikan moral di desa.
Isu lain yang mengemuka disampaikan oleh Suwandono (60), yang menekankan urgensi jaminan kesehatan yang memadai bagi pekerja pabrik, mengingat populasi buruh di Mojokerto terus meningkat. Pelaku UMKM, Ayu Septa (30), mengajukan permohonan dukungan berupa pelatihan digital marketing agar produk lokal mampu bersaing dan diperluas pasarnya.
Khusnul Khotimah (33) juga menyuarakan pertanyaan mengenai kejelasan proses pengangkatan guru honorer Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Fokus Pemberdayaan Ekonomi dan Regulasi Lahan
Agenda berlanjut di Alun-Alun Ngoro, Desa Sedati, yang kembali diwarnai oleh penyampaian aspirasi strategis, khususnya terkait pemberdayaan ekonomi keluarga dan keselamatan.
Farida (45) mengusulkan pelatihan UMKM spesifik bagi ibu rumah tangga, sebagai upaya untuk meningkatkan kontribusi mereka pada peningkatan ekonomi keluarga.
Sumiati (54) meminta agar Pemprov Jatim mengeluarkan kebijakan untuk melarang penggunaan sepeda motor oleh anak di bawah umur, sebagai langkah preventif menekan angka kecelakaan lalu lintas yang kerap melibatkan pelajar.
Aspirasi paling strategis datang dari Khoirul (37), yang mengusulkan agar status Lahan Sawah Dilindungi (LSD) di kawasan Sedati dapat diubah menjadi kawasan industri, dengan alasan lahan tersebut dinilai sudah tidak produktif untuk pertanian.
Komitmen Gus Atho’: Amanah Rakyat Harus Tuntas
Menanggapi seluruh masukan, Gus Atho’ memastikan komitmennya untuk mengawal tuntas setiap poin aspirasi.
“Aspirasi masyarakat adalah amanah yang wajib kami perjuangkan. Mulai dari tunjangan guru ngaji, kesehatan buruh, pemberdayaan UMKM, hingga isu pengangkatan guru PPPK akan kami kawal sampai tuntas,” tegas legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Mojokerto-Jombang ini.
Mengenai usulan perubahan status LSD, Gus Atho’ menekankan bahwa hal tersebut memerlukan analisis mendalam dan proses yang tidak sederhana karena menyangkut regulasi daerah dan nasional.
“Perubahan peruntukan LSD itu bukan hal sederhana. Menyangkut regulasi daerah dan nasional. Tapi aspirasi ini tetap akan kami perjuangkan sesuai kewenangan kami di Komisi C dan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda),” jelasnya.
Sinergi antara legislatif provinsi dan kabupaten turut diperkuat dengan kehadiran Ahmad Luthfi Ramadhani dan Eko Sutrisno, Anggota FPKB DPRD Kabupaten Mojokerto, serta Kepala Desa Sedati dalam kedua kegiatan tersebut.
Gus Atho’ menutup pertemuan dengan menegaskan bahwa konsistensi dalam mendengar dan memperjuangkan suara rakyat merupakan tanggung jawab moral. “Politik itu kerja nyata. Mendengar, mencatat, dan memperjuangkan,” pungkasnya.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !
Editor : Robbi Firmansyah (Tim Redaksi Gardupedia.com)


Comment