Berita NASIONAL

Kemenhaj Usulkan Biaya Haji 2027 Naik Jadi Rp 107 Juta, PDI-P: Bebankan Masyarakat dan Tidak Rasional

Jemaah haji Indonesia saat berada di Bandara Madinah, Arab Saudi.(KOMPAS.com/Pythag Kurniati)

Gardupedia.com — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) melayangkan kritik tajam terhadap usulan Kementerian Haji (Kemenhaj) yang berencana menaikkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk tahun 2027 hingga menyentuh angka Rp 107 juta per jemaah.

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI-P, Selly Andriany Gantina, menilai nominal yang diusulkan oleh pemerintah tersebut sangat tidak masuk akal dan berpotensi membebani masyarakat secara finansial.

“Angka Rp 107 juta itu sangat tidak rasional di tengah kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Usulan kenaikan yang drastis ini menunjukkan kurangnya empati pemerintah terhadap calon jemaah yang sudah menabung belasan hingga puluhan tahun,” ujar Selly saat memberikan keterangan kepada media.

Selly menegaskan bahwa tugas utama Kemenhaj sebagai instansi baru seharusnya adalah melakukan efisiensi sistemik dan inovasi pelayanan, bukan justru mengambil jalan pintas dengan menaikkan beban biaya kepada jemaah secara sepihak.

“Kami di Komisi VIII mendesak Kemenhaj untuk membongkar kembali komponen-komponen biaya tersebut secara transparan. Harus ada audit dan evaluasi mendalam terkait kontrak-kontrak akomodasi, transportasi, katering di Arab Saudi, serta pengelolaan nilai manfaat oleh BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji). Jangan sampai jemaah yang dikorbankan akibat tata kelola yang tidak efisien,” tegas legislator asal Daerah Pemilihan Jawa Barat VIII tersebut.

Sabet 3 Medali di Kejuaraan Dunia 2026, Tim Para Panahan Indonesia Masuk Top 5

Lebih lanjut, Selly mengingatkan bahwa lonjakan biaya yang terlampau tinggi ini berisiko memangkas kesempatan masyarakat kelas menengah ke bawah untuk bisa berangkat ke tanah suci. Hal ini dinilai mencederai rasa keadilan sosial.

“Haji adalah ibadah yang dinantikan seumur hidup oleh banyak warga kita yang notabene adalah petani, pedagang kecil, dan buruh. Jika biayanya melonjak hingga ratusan juta, hak beribadah mereka terancam hilang. Kami dari Fraksi PDI-P akan mengawal ketat masalah ini dan memastikan bahwa dalam rapat kerja nanti, usulan ini ditinjau ulang demi kepentingan rakyat luas,” pungkas Selly.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *