Berita budaya

Kementerian Kebudayaan Bertekad Memastikan Kelestarian Jangka Panjang Tradisi Pencak Silat

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerima KPSTI Award bersama sejumlah tokoh lainnya dalam acara "Tasyakur dan Tafakur Retrospeksi 6 Tahun Pencak Silat Tradisi Pasca Diakui UNESCO" yang digelar di TMII, Jakarta, Minggu (14/12/2025). (ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan)

Gardupedia.com – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menegaskan kembali komitmennya yang kuat untuk menjamin kelangsungan, perlindungan, dan penguatan lingkungan pendukung (ekosistem) pencak silat. Bela diri tradisional khas Indonesia ini dipandang sebagai identitas budaya yang harus tetap hidup, diwariskan secara turun-temurun, dan senantiasa relevan di tengah dinamika perkembangan zaman.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dalam pernyataan resminya di Jakarta pada Minggu (14/12/2025), menekankan bahwa upaya pelestarian ini adalah amanat konstitusional dari Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan, yang mewajibkan perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan terhadap warisan budaya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Fadli Zon dalam rangkaian acara “Tasyakur dan Tafakur Retrospeksi 6 Tahun Pencak Silat Tradisi Pasca Diakui UNESCO” yang diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Menurutnya, Pencak Silat memiliki nilai luhur yang melampaui sekadar olahraga bela diri, karena kaya akan falsafah, spiritualitas, dan unsur kesenian. Selain itu, Pencak Silat juga berfungsi strategis sebagai media edukasi pembentukan karakter berbasis budaya dan instrumen diplomasi budaya.

Tradisi Pencak Silat sendiri telah menerima pengakuan internasional ketika UNESCO mencatatnya sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada sidang di Bogota, Kolombia, tahun 2009.

Kemenbud memandang pengakuan UNESCO ini sebagai langkah awal dan momentum penting untuk penguatan ekosistem tradisi pencak silat, bukan sekadar sebuah perayaan. Oleh karena itu, Kementerian berencana untuk memperkokoh program pelindungan dan pendokumentasian. Dokumentasi ekspresi budaya, termasuk Pencak Silat, akan dikembangkan melalui platform modern seperti pembuatan film dokumenter dan partisipasi aktif dalam berbagai festival, tidak hanya melalui cara-cara konvensional.

Kerbau Albino di Bangladesh Menjadi Viral Karena Mirip Donald Trump, Siap Dikurbankan

Upaya ini juga melibatkan pembangunan kemitraan yang berkelanjutan dengan seluruh pihak terkait, termasuk Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI).

Di lokasi yang sama, Ketua Umum KPSTI, Mahfudz Abdurrahman, mendorong dilakukannya pelestarian secara kolaboratif. Ia mendesak agar warisan Pencak Silat tidak hanya diakui semata, namun harus terus eksis, dinikmati oleh masyarakat Indonesia, serta tampil menonjol di kancah dunia. Mahfudz menyatakan bahwa komunitas Pencak Silat, termasuk KPSTI dan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), memiliki kewajiban moral untuk menjaga dan memanfaatkan warisan budaya takbenda ini.

Sebagai penutup, acara retrospeksi tersebut turut dimeriahkan dengan penyerahan KPSTI Award. Penghargaan ini diberikan kepada sejumlah tokoh yang diakui atas dedikasi mereka dalam memajukan dan melestarikan berkelanjutan Tradisi Pencak Silat hingga diakui oleh UNESCO. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjadi salah satu penerima, bersama tokoh-tokoh penting lainnya seperti Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, mendiang Bapak Pencak Silat Dunia Eddie Marzuki Nalapraya, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan, serta beberapa budayawan dan akademisi terkemuka.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Editor : Robbi Firmansyah (Tim Redaksi Gardupedia.com)

Harga Minyak Goreng dan Plastik Melambung, Omzet Pedagang Bekasi Turun Drastis

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *