Berita NASIONAL

Kritik Sapi Kurban APBN & Kunjungan Perancis, Gerindra Pasang Badan untuk Prabowo

Presiden RI Prabowo Subianto menyapa diaspora usai menjalankan ibadah shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Wisma Indonesia, Paris, Perancis, Rabu (27/5/2026).(Sekretariat Presiden RI)

Gardupedia.com – Partai Gerindra memberikan penjelasan komprehensif guna merespons gelombang kritik terkait pengadaan 1.098 ekor sapi kurban melalui APBN serta kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Perancis. Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, menegaskan bahwa seluruh langkah yang diambil pemerintah telah melalui pertimbangan hukum dan diplomatik yang matang.

Bahtra Banong menjelaskan bahwa penyaluran sapi kurban tersebut merupakan implementasi dari program Bantuan Kemasyarakatan Presiden (Banpres). Ia menekankan bahwa publik perlu memahami perbedaan antara bantuan atas nama institusi kepresidenan dengan sumbangan pribadi.

“Kita harus jernih melihat ini. Pengadaan 1.098 ekor sapi ini adalah amanat UU APBN 2026. Ini bukan kebijakan yang tiba-tiba muncul, melainkan kelanjutan dari tradisi baik yang sudah dilakukan presiden-presiden sebelumnya seperti Pak SBY dan Pak Jokowi untuk menyapa rakyat di hari raya,” ujar Bahtra dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/5/2026).

Ia menambahkan bahwa pos anggaran ini berada di bawah naungan Kementerian Sekretariat Negara dan telah diawasi secara ketat oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Tidak ada satu rupiah pun dana rakyat yang disalahgunakan. Semuanya transparan, akuntabel, dan ditujukan langsung untuk masyarakat di 522 kabupaten/kota,” tegasnya.

Menjawab isu mengenai pencampuran dana negara dan pribadi, Bahtra memastikan bahwa Presiden Prabowo tetap berkurban atas nama keluarga dengan merogoh kocek sendiri, di luar program Banpres tersebut.

Tak Sekadar Jaga Keamanan, Menhan Sjafrie Sebut Prajurit TNI Kini Membaur Hingga Jadi Imam

“Pak Prabowo sangat taat azas. Beliau tetap melaksanakan ibadah kurban secara pribadi menggunakan dana mandiri. Namun, sebagai Kepala Negara, beliau juga memiliki tanggung jawab memastikan negara hadir untuk rakyatnya melalui program bantuan resmi ini. Jadi, keduanya berjalan beriringan,” lanjut Bahtra.

Terkait kritik mengenai keberangkatan Presiden ke Perancis yang bertepatan dengan Idul Adha, Bahtra menyebutkan bahwa agenda tersebut membawa misi strategis bagi kepentingan nasional yang tidak bisa ditunda.

“Kunjungan ke Perancis ini adalah undangan resmi dari Presiden Emmanuel Macron. Ini menyangkut kerja sama pertahanan, investasi energi hijau, dan posisi Indonesia dalam kancah global. Diplomasi luar negeri tidak mengenal hari libur jika menyangkut kepentingan bangsa yang lebih besar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bahtra memaparkan bahwa program kurban massal ini justru memberikan dampak ekonomi (multiplier effect) yang positif bagi para peternak di daerah.

“Instruksi Presiden sangat jelas: sapi-sapi ini harus dibeli dari peternak lokal di daerah masing-masing. Ini adalah bentuk stimulus ekonomi. Bayangkan ribuan sapi dibeli dengan harga layak, ini membantu kesejahteraan peternak kita di daerah pelosok. Kami harap kritik yang muncul tidak menutupi manfaat besar yang dirasakan rakyat bawah,” pungkas Bahtra.

Kemenhaj Terbitkan Jadwal Lontar Jumrah, Jemaah RI Dilarang Beraktivitas pada Siang Hari

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *