Kinerja Emiten Milik Keluarga Pangestu pada Semester I-2025
Sejumlah emiten yang terafiliasi dengan keluarga besar Prajogo Pangestu telah merilis laporan kinerja mereka untuk semester pertama tahun 2025. Hasilnya menunjukkan variasi, tetapi sebagian besar mencatat pertumbuhan positif. Berikut adalah analisis kinerja beberapa perusahaan tersebut.
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mencatat peningkatan pendapatan sebesar 49,22% secara tahunan menjadi US$ 462,11 juta pada semester I-2025. Peningkatan ini berasal dari peningkatan volume bisnis dan efisiensi operasional. Namun, laba bersih CUAN mengalami penurunan signifikan, turun 93,43% menjadi US$ 1,94 juta. Penyebab utamanya adalah meningkatnya beban pokok penjualan yang naik hingga 70,27% menjadi US$ 414,18 juta. Laba usaha juga mengalami koreksi sebesar 19,63% menjadi US$ 41,08 juta.
PT Petrosea Tbk (PTRO)
PT Petrosea Tbk (PTRO) juga mengalami peningkatan pendapatan sebesar 10,41% YoY menjadi US$ 351,11 juta. Meski demikian, laba bersih PTRO mengalami penurunan sebesar 18,18% menjadi US$ 1,08 juta. Penurunan ini dipengaruhi oleh kenaikan biaya operasional dan pengeluaran modal yang lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
Berbeda dengan dua perusahaan sebelumnya, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) berhasil mencatatkan laba bersih sebesar US$ 1,27 miliar di semester I-2025. Pendapatan TPIA meningkat drastis sebesar 237,70% YoY menjadi US$ 2,92 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan permintaan pasar dan efisiensi produksi.
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencatat pertumbuhan kinerja yang positif. Pendapatan BREN meningkat sebesar 3,45% YoY menjadi US$ 300,07 juta. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk BREN melonjak 12,96% menjadi US$ 65,46 juta. Pertumbuhan ini disebabkan oleh peningkatan kapasitas produksi energi terbarukan dan optimasi manajemen keuangan.
PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi salah satu emiten yang mencatatkan pertumbuhan paling pesat. Pendapatan BRPT meningkat 178,52% YoY menjadi US$ 3,22 miliar. Laba bersih BRPT juga melonjak 1.464,89% menjadi US$ 539,82 juta. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh akuisisi Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. (ACE) pada April 2025, yang memberikan kontribusi signifikan dalam bentuk pencatatan bargain purchase accounting.
Direktur Utama Barito Pacific, Agus Pangestu, menjelaskan bahwa keberhasilan akuisisi ACE membantu memperkuat posisi BRPT dalam sektor energi terbarukan dan kimia. Selain itu, efisiensi operasional dan pengelolaan modal yang baik juga berkontribusi dalam menghadapi tantangan eksternal.
Proyeksi dan Rekomendasi Analis
Tim Riset Trimegah Sekuritas memproyeksikan nilai ekuitas sebesar US$ 25,9 miliar untuk segmen bisnis energi terbarukan, termasuk aset yang sudah ada serta proyek dalam pipeline sebesar 1,3 GW. Nilai yang dapat diatribusikan kepada BRPT setelah penyesuaian kepemilikan saham adalah US$ 16,8 miliar.
Untuk segmen petrokimia, BRPT memproyeksikan valuasi sebesar US$ 1,9 miliar untuk TPIA. Proyek Aster diperkirakan bernilai US$ 1,6 miliar, sedangkan proyek Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) diperkirakan bernilai US$ 295 juta.
Trimegah Sekuritas merekomendasikan beli BRPT dengan target harga Rp 3.700 per saham. Hingga akhir perdagangan Jumat (1/8), BRPT ditutup menguat 2,28% ke posisi Rp 2.690 per saham.


Comment