Strategi Korporasi TOBA di Sektor Energi Terbarukan
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) sedang gencar melakukan berbagai aksi korporasi sepanjang tahun ini. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap berbagai proyek strategis nasional di sektor energi yang kini semakin mendapat perhatian. Proyek-proyek tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan kinerja perusahaan-perusahaan energi, termasuk TOBA.
Salah satu aspek penting dari strategi TOBA adalah pengembangan bisnis di bidang energi baru terbarukan (EBT). Perusahaan telah mengakuisisi beberapa perusahaan asal Singapura seperti Sembcorp Environment Pte. Ltd dan Sembcorp Enviro Facility Pte. Ltd. Tujuan dari akuisisi ini adalah untuk memperkuat portofolio TOBA di bidang energi terbarukan, khususnya dalam pengelolaan sampah.
Head of Corporate Finance & Investor Relations TOBA, Mirza Rinaldi Hippy, menjelaskan bahwa perusahaan mulai masuk ke bisnis pengelolaan limbah medis sejak Agustus 2023 melalui akuisisi Asian Medical & Bioservices. Proyek ini fokus pada pengelolaan limbah medis dengan kapitalisasi pasar sekitar 55–90%. Salah satu nilai strategis dari aset ini adalah adanya unsur waste to energy, yaitu limbah yang dikumpulkan dibakar, lalu uap hasil pembakaran tersebut dijual ke kawasan industri di Singapura. Proyek ini telah terikat dalam kontrak jangka panjang selama 20 tahun.
Pengembangan Pembangkit Listrik EBT
Selain itu, TOBA juga aktif dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga air mini (mini hydro) berkapasitas 6 megawatt (MW) di Lampung yang sudah beroperasi sejak Januari 2025. Selain itu, perusahaan juga tengah mengerjakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Tembesi di Batam. Proyek ini dibangun di atas Waduk Tembesi milik BP Batam seluas sekitar 800 hektare dengan kapasitas hingga 46 MW. Proyek ini telah memiliki kontrak jangka panjang selama 25 tahun dengan PLN Batam dan rencananya akan mulai beroperasi pada akhir 2025.
Mirza menyampaikan bahwa secara undang-undang, TOBA dapat memanfaatkan sekitar 25-30% dari area tersebut untuk dikembangkan menjadi floating solar. Ini merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan penggunaan lahan yang ada.
Ekosistem Kendaraan Listrik (EV)
Fokus lain dari TOBA adalah pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV). Perusahaan bekerja sama dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) untuk menyuplai baterai bagi motor listrik GOTO. TOBA berada di dalam ekosistem EV, baik dari sisi baterai maupun sistem penukaran baterai atau battery swapping stations.
Potensi Kerja Sama dengan Danantara
Meski belum ada komunikasi resmi dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), TOBA tetap terbuka terhadap peluang kerja sama selama sesuai dengan kapabilitas perusahaan. Mirza menegaskan bahwa TOBA memiliki pengalaman di Singapura dengan pembangunan Waste to Energy yang sudah berjalan operasional.
Prospek TOBA di Sektor Energi
Sebelumnya, Senior Analyst Riset Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas menyebut TOBA memiliki prospek positif karena pengembangan proyek energi terbarukan sebesar 370 MW. Termasuk proyek PLTS dan tenaga angin. Selain itu, TOBA juga mulai mengembangkan ekosistem EV dan carbon credit, sehingga menjadikannya salah satu emiten dengan transformasi EBT yang cukup agresif.
Namun, Sukarno juga menyebut bahwa TOBA menghadapi tantangan, terutama dalam eksekusi proyek dan kebutuhan modal besar. Meski demikian, potensi pertumbuhan di sektor energi terbarukan tetap menjanjikan.
Kolaborasi dengan Mitsubishi Corporation
Danantara juga telah membuka peluang kerja sama investasi di bidang EBT dengan perusahaan Jepang, Mitsubishi Corporation (Tokyo). Investasi ini bagian dari rencana strategis pengembangan energi hijau Tanah Air. CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa kerja sama ini sejalan dengan nota kesepahaman antara Danantara dan Japan Bank for International Cooperation (JBIC).
COO LNG Asia-Pacific Division, Environmental Energy Group, Mitsubishi Corporation, Mr. Gen Kunihiro, menyampaikan ketertarikan untuk terlibat dalam proyek-proyek transisi menuju ekonomi hijau dan digital di Indonesia, khususnya di sektor panas bumi atau geothermal.


Comment