Berita Ekonomi

Optimisme Pemerintah: Pembentukan PT DSI Diprediksi Mampu Perkuat Rupiah hingga Rp 16.900

Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Fithra Faisal usai menghadiri peluncuran laporan CIPS di Jakarta, Senin (28/7/2025). (KOMPAS.com/ ELSA CATRIANA)

Gardupedia.com – Pemerintah menyatakan optimisme tinggi bahwa nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) dapat menguat hingga ke level Rp 16.900. Optimisme ini didasarkan pada pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) yang bertugas mengonsolidasikan kekayaan negara dan menertibkan administrasi ekspor.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Indonesia, Fithra Faisal, menjelaskan bahwa penguatan rupiah ini merupakan efek domino dari perbaikan sistem pencatatan devisa hasil ekspor (DHE). Menurutnya, selama puluhan tahun Indonesia mengalami kebocoran devisa yang masif akibat praktik ilegal di sektor komoditas.

“Selama 34 tahun terakhir, dari 1991 hingga 2024, Indonesia terindikasi kehilangan kekayaan hingga Rp 15.400 triliun. Ini angka yang luar biasa besar, setara dengan 64 persen PDB kita saat ini,” ujar Fithra dalam keterangannya kepada media di Jakarta.

Fithra memaparkan bahwa PT DSI akan berperan sebagai instrumen pengawasan untuk memastikan tidak ada lagi praktik under-invoicing (pelaporan nilai ekspor lebih rendah dari aslinya) dan transfer pricing. Dengan sistem pencatatan yang akurat, pemerintah memproyeksikan adanya tambahan cadangan devisa (cadev) yang signifikan.

“Jika kita mampu menarik kembali 10 hingga 20 persen potensi dana yang hilang tersebut, akan ada tambahan cadangan devisa sekitar 44 miliar dollar AS. Secara teoritis dan fundamental, tambahan likuiditas dollar di dalam negeri ini akan menekan kurs hingga ke angka Rp 16.900 per dollar AS,” urai Fithra lebih lanjut.

Tak Sekadar Jaga Keamanan, Menhan Sjafrie Sebut Prajurit TNI Kini Membaur Hingga Jadi Imam

Selain stabilitas nilai tukar, Fithra juga menekankan bahwa penertiban administrasi melalui PT DSI akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional. Ia memprediksi adanya tambahan pertumbuhan sebesar 0,8 persen dari sektor ini saja.

“Ini bukan sekadar urusan kurs, tapi urusan kedaulatan ekonomi. Dengan dana yang kembali masuk ke sistem keuangan domestik, perbankan akan memiliki likuiditas lebih besar untuk membiayai pembangunan,” tambahnya.

Lebih jauh, Fithra menjelaskan bahwa langkah Indonesia membentuk badan konsolidasi seperti PT DSI bukanlah eksperimen tanpa dasar. Ia menyebutkan bahwa negara-negara eksportir komoditas besar lainnya telah lebih dulu sukses dengan model serupa.

“Kita melihat kesuksesan di Qatar, Arab Saudi, bahkan negara tetangga seperti Malaysia. Mereka memiliki sistem konsolidasi yang kuat sehingga devisa hasil ekspor benar-benar kembali dan memperkuat mata uang lokal mereka. Indonesia kini sedang menuju ke arah profesionalisme dan transparansi yang sama,” tegasnya.

Pemerintah sendiri telah melakukan persiapan matang selama enam bulan terakhir agar PT DSI dapat beroperasi secara akuntabel. Dengan integrasi data dan pengawasan ketat, PT DSI diharapkan menjadi benteng baru dalam menjaga stabilitas makroekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Kemenhaj Terbitkan Jadwal Lontar Jumrah, Jemaah RI Dilarang Beraktivitas pada Siang Hari

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *