Berita NASIONAL

Novel Baswedan Duga Ada Upaya Penggiringan Opini di Kasus Andrie Yunus

Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan saat ditemui usai menghadiri pengukuhan Guru Besar Prof Zainal Arifin Mochtar di UGM, Kamis (15/01/2025).(KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA)

Gardupedia.com – Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, angkat bicara mengenai perkembangan kasus serangan air keras yang menimpa jurnalis Tempo, Andrie Yunus. Novel menduga ada upaya sistematis untuk membelokkan motif penyerangan tersebut menjadi sekadar masalah pribadi, bukan terkait dengan kerja-kerja jurnalistik yang sedang dilakukan korban.

Novel menilai bahwa narasi “masalah pribadi” sering kali muncul dalam kasus kekerasan yang menimpa aktivis atau pihak-pihak yang kritis terhadap kekuasaan. Menurutnya, pola ini bertujuan untuk melokalisasi masalah agar tidak menyentuh aktor intelektual di balik serangan tersebut.

“Ada upaya untuk menggiring seolah-olah ini adalah masalah personal. Pola ini sangat mirip dengan apa yang saya alami dahulu, di mana fokus dialihkan dari substansi pekerjaan korban ke urusan pribadi yang tidak relevan,” ujar Novel.

Lebih lanjut, Novel menekankan bahwa pihak kepolisian harus melihat konteks pekerjaan Andrie Yunus sebelum kejadian. Sebagai jurnalis investigasi, Andrie diketahui tengah mendalami sejumlah isu sensitif yang berpotensi mengganggu kepentingan pihak-pihak tertentu.

Penggunaan air keras merupakan bentuk intimidasi khas yang bertujuan memberikan efek ngeri permanen. Serangan terjadi saat korban aktif melakukan penelusuran kasus besar. Munculnya isu-isu yang menyudutkan sisi personal korban segera setelah kejadian berlangsung.

Menkes Tegas Coret Orang Kaya yang Masih Jadi Peserta PBI BPJS!

Novel berharap tim penyidik tidak berhenti pada pelaku lapangan saja. Ia mendesak agar kepolisian tetap objektif dan tidak terjebak dalam narasi yang sengaja diciptakan untuk mengaburkan fakta.

“Jika motifnya digiring ke masalah pribadi, maka aktor intelektual atau pemberi perintah akan sangat mudah melenggang bebas. Ini yang harus kita kawal bersama agar keadilan bagi jurnalis benar-benar tegak,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman terhadap bukti-bukti di lapangan dan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap motif sebenarnya di balik aksi teror terhadap Andrie Yunus.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Cedera Kronis Paksa Viktor Axelsen Pensiun Dini di Dunia Bulutangkis

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *