Gardupedia.com — Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI) mengusung target meraih minimal satu medali emas pada ajang Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Kendati bertanding di markas lawan yang diunggulkan, skuad karate Merah Putih ditegaskan tidak gentar menghadapi tekanan dari tim tuan rumah.
Ketua Umum PB FORKI, Hadi Tjahjanto, menyampaikan optimisme tersebut di sela-sela acara pelepasan atlet di Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026). Ia meyakini para atlet berada dalam kondisi siap tempur setelah menjalani pemusatan latihan intensif selama tujuh bulan terakhir, baik dari segi fisik maupun mental.
“Persiapan sudah bagus. Kami sudah mempersiapkan timnas Asian Games Nagoya sejak tujuh bulan lalu, baik persiapan fisik maupun mental. Saya yakin mereka sudah siap. Apalagi mereka juga kita libatkan di beberapa event internasional untuk menambah wawasan dan mental,” ujar Hadi kepada awak media.
Pada edisi Asian Games kali ini, Indonesia menurunkan enam atlet terbaiknya. Di nomor kata, Indonesia diwakili oleh Marzella Sekar Damayanti dan Christopher Edbert Setiabudi. Sementara di nomor kumite, skuad diisi oleh Muhammad Tegar Januar, Leica Al Humaira Lubis, Cok Istri Sanistya Rani, dan Daniel Hutapea. Sektor kumite putri menjadi tumpuan utama PB FORKI untuk mengamankan medali emas.
Hadi mengakui bahwa Jepang sebagai tuan rumah bakal menjadi kompetitor terberat di semua nomor. Namun, melihat perkembangan hasil latihan, ia yakin anak-asuhnya mampu meraih hasil maksimal.
“Lawan kita paling kuat Jepang. Jika melihat latihan mereka, saya optimistis kami bisa meraih emas untuk kumite. Harapan kami juga dari nomor kata, karena setiap event nomor kata selalu jadi andalan kami. Saya yakin kumite dapatkan satu emas, kalau kata dapat emas itu hal luar biasa. Tapi estimasi saya, perak atau perunggu pasti dapat,” tuturnya.
Target ini diusung sekaligus untuk memperbaiki catatan prestasi pada Asian Games 2022 lalu, ketika Indonesia hanya mampu membawa pulang satu medali perunggu. Persiapan menuju Nagoya tahun ini pun sempat diuji oleh pengetatan anggaran Pelatnas akibat kebijakan efisiensi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Kendati demikian, Hadi memastikan hal tersebut tidak mengganggu program latihan timnas.
“Untuk event Asian Games Nagoya, kita dapat bantuan dari Kemenpora sesuai porsinya. Kita selalu berkoordinasi dan selalu mendapatkan solusi yang solutif untuk situasi seperti ini. Akhirnya, kita bisa melaksanakan kegiatan sesuai program yang kami buat,” kata mantan Panglima TNI tersebut.
Guna mengantisipasi atmosfer pertandingan dan potensi tekanan juri di markas lawan, FORKI memboyong tiga pelatih berpengalaman di bawah arahan pelatih kepala Syamsuddin Barkhani. Rombongan Tim Karate Indonesia dijadwalkan bertolak ke Jepang pada Kamis (17/9/2026) mendatang untuk mematangkan persiapan akhir sebelum bertanding pada 20 hingga 23 September 2026.


Comment