Pendapatan PT Timah Turun 19 Persen di Semester Pertama 2025
PT Timah (Persero) Tbk. melaporkan pendapatan sebesar Rp 4,22 triliun selama semester pertama tahun 2025. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 19 persen dibandingkan dengan pendapatan pada periode yang sama tahun lalu, yaitu sebesar Rp 5,21 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan volume penjualan logam timah.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Timah, Fina Eliani, menyampaikan bahwa kondisi pasar yang tidak stabil memengaruhi kinerja perusahaan. Ia menjelaskan bahwa penurunan pendapatan ini terjadi karena berbagai faktor eksternal seperti fluktuasi harga logam dan ketidakpastian pasar global.
Selain itu, beban pokok pendapatan PT Timah juga mengalami penurunan sebesar 15,6 persen dari Rp 4 triliun menjadi Rp 3,37 triliun. Meskipun demikian, laba bersih perusahaan hanya mencapai Rp 300,07 miliar, atau sekitar 93 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 322,64 miliar. Laba bersih turun sebesar 30,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni Rp 434 miliar.
Perubahan Kondisi Aset dan Liabilitas
Nilai aset PT Timah pada semester pertama 2025 turun sebesar 4 persen menjadi Rp 12,33 triliun, dari posisi akhir tahun 2024 yang sebesar Rp 12,8 triliun. Sementara itu, liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 5,03 triliun, turun 6 persen dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp 5,35 triliun. Penurunan ini terutama disebabkan oleh pembelian kembali seluruh medium term notes.
Stabilisasi Harga Timah dan Peningkatan Ekspor
Harga logam timah pada semester pertama 2025 menunjukkan tren stabilisasi setelah mengalami gejolak hebat pada awal tahun. Ekspor logam timah Indonesia naik sebesar 177 persen dalam enam bulan pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Fina menyebutkan bahwa permintaan global terhadap logam timah tetap tinggi, khususnya dari industri elektronik seperti solder dan chemical. Permintaan ini utamanya berasal dari pasar Jepang dan Tiongkok. Namun, ia juga mengingatkan adanya potensi tekanan dari ketidakpastian kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat.
Meski ada risiko fluktuasi harga akibat faktor geopolitik dan terbatasnya pasokan, PT Timah melihat harga logam timah cenderung stabil karena permintaan global yang cukup kuat.
Data Produksi dan Pasokan Logam Timah
Hingga akhir Juni 2025, stok logam timah di gudang London Metal Exchange (LME) sebanyak 2.220 ton. Angka ini turun 53,3 persen dari jumlah awal tahun 2025 yang tercatat sebesar 4.760 ton. Berdasarkan CRU Tin Monitor, produksi logam timah global pada semester pertama 2025 diperkirakan meningkat sebesar 10,5 persen secara tahunan menjadi 192.611 ton. Konsumsi logam timah global juga diperkirakan naik sebesar 3,9 persen menjadi 191.163 ton.
Produksi bijih timah PT Timah pada semester pertama 2025 mencapai 6.997 ton Sn, turun 32 persen dibandingkan dengan produksi pada periode yang sama tahun lalu sebesar 10.279 ton Sn. Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti aktivitas penambangan yang belum optimal, cuaca angin utara dan tenggara, serta aktivitas ilegal.
Produksi logam timah turun sebesar 29 persen dari 9.675 metrik ton menjadi 6.870 metrik ton. Penjualan logam timah juga turun 28 persen dari 8.299 metrik ton menjadi 5.983 metrik ton.
Rata-Rata Harga Jual dan Ekspor
Harga jual rata-rata logam timah sebesar US$ 32.816 per metrik ton, naik 8 persen dibandingkan dengan harga pada periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 30.397 per metrik ton. Sepanjang semester pertama 2025, PT Timah mencatatkan penjualan logam timah domestik sebesar 8 persen dan ekspor sebesar 92 persen.
Enam negara tujuan ekspor terbesar antara lain Jepang (20 persen), Korea Selatan (19 persen), Singapura (16 persen), Belanda (10 persen), Italia (5 persen), dan India (4 persen).
Strategi Pengembangan Masa Depan
PT Timah akan terus berupaya mengoptimalkan volume produksi mereka ke depan. Fina menyatakan bahwa upaya tersebut akan dilakukan melalui peningkatan sumber daya dan cadangan, penambahan armada produksi dan jumlah tambang, pengamanan wilayah Izin Usaha Pertambangan, serta transformasi proses bisnis. Tujuannya adalah agar dapat mencapai target yang telah ditetapkan perusahaan.


Comment