Strategi PGN dalam Mengelola Bisnis Energi Gas Bumi yang Ramah Lingkungan
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memiliki pendekatan khusus dalam mengelola bisnis energi gas bumi agar tetap ramah terhadap lingkungan. Dalam menjalankan operasionalnya, PGN memperhatikan tiga elemen utama yaitu sistem manajemen risiko, peralatan atau equipment yang digunakan, serta sumber daya manusia (SDM). Ketiga aspek ini menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Salah satu aspek penting yang diperhatikan oleh PGN adalah sistem manajemen risiko. PGN selalu melakukan identifikasi risiko yang muncul selama proses pembangunan maupun pengelolaan infrastruktur gas bumi. Hal ini termasuk proyek yang berlokasi di lepas pantai seperti Pipa SSWJ, KJG, dan TGI, yang bersinggungan langsung dengan ekosistem laut. Dengan identifikasi risiko tersebut, PGN dapat melakukan mitigasi atau pencegahan risiko yang mungkin terjadi pada bisnis yang memiliki tingkat bahaya cukup tinggi.
Tujuan dari sistem manajemen risiko adalah untuk mengurangi dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif dari aktivitas operasional perusahaan. PGN telah mengintegrasikan risiko Environmental, Sustainability Social, dan Government Governance (ESG) ke dalam manajemen risiko perusahaan. Secara global, manajemen risiko ESG PGN semakin diakui karena mampu meraih skor ESG Risk Rating sebesar 20,2 dan menjadi peringkat pertama di antara perusahaan infrastruktur gas di dunia pada kategori kapitalisasi pasar $2,0 – $2,8 miliar.
Selain sistem manajemen risiko, PGN juga sangat memperhatikan pemilihan peralatan atau equipment yang berkualitas sesuai standar. Dengan menggunakan peralatan yang memenuhi standar, tingkat keamanan akan lebih tinggi dan dampak negatif terhadap lingkungan dapat diminimalkan. Selain itu, kemajuan teknologi turut mendorong PGN untuk menggunakan peralatan yang lebih ramah lingkungan. PGN juga melakukan langkah preventif dengan melakukan maintenance secara berkala agar peralatan yang digunakan tetap reliabel dan tidak menyebabkan bahaya besar.
Elemen ketiga yang tidak kalah penting adalah SDM. PGN terus mengembangkan kompetensi karyawan untuk mendukung produktivitas, keselamatan, kelangsungan operasional, serta pelaksanaan strategi keberlanjutan melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan kompetensi. Sepanjang tahun 2024, rata-rata jam pelatihan meningkat 72% menjadi 69 jam per karyawan. Fokus utama pelatihan ini adalah upskilling terkait energi bersih, teknologi digital, dan manajemen risiko operasional.
Kesehatan, keamanan, dan lingkungan adalah aspek yang saling berkaitan. Dengan SDM yang selalu menanamkan tiga aspek tersebut, PGN menciptakan lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan. PGN mencatatkan 44.472.719 jam kerja aman dengan 490.585.951 jam kerja aman kumulatif pada tahun 2024 serta berhasil mempertahankan sertifikasi ISO 14001 (Sistem Manajemen Lingkungan) dan ISO 45001 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
Gas bumi sebagai komoditi utama dalam bisnis PGN memiliki peranan yang cukup besar dalam menekan emisi karbon. Gas bumi sebagai sumber daya alami menghasilkan emisi yang relatif lebih rendah dibanding energi fosil lainnya seperti minyak bumi dan batu bara. Besaran emisi karbon yang dihasilkan gas bumi sekitar 450 – 550 gram CO2 per kWh sedangkan minyak bumi 700 – 900 gram CO2 per kWh dan batu bara 600 – 1.100 gram CO2 per kWh.
Dengan kombinasi efisiensi operasional, diversifikasi sumber energi, dan adopsi teknologi rendah karbon, PGN semakin memperkuat perannya sebagai katalis transisi energi di Indonesia. Tujuan utama dari langkah-langkah ini adalah memastikan tercapainya target Net Zero Emission (NZE) 2060.


Comment