Gardupedia.com – Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid, mengeluarkan seruan agar seluruh lapisan masyarakat Indonesia menunjukkan persatuan dan kepedulian untuk membantu para korban bencana banjir yang melanda wilayah Sumatera. Kholid menegaskan bahwa situasi ini merupakan “momen solidaritas nasional” yang penting untuk memberikan dukungan terbaik kepada warga yang sedang menghadapi musibah besar.
Seruan ini disampaikan setelah kunjungan PKS ke Medan, Sumatera Utara, salah satu daerah yang terdampak parah oleh bencana. Kholid menyatakan, “Kami berupaya meringankan beban dan melakukan segala hal yang dapat kami lakukan.”
Berdasarkan laporan dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sumatera Utara, dari 33 kabupaten/kota, terdapat 17 daerah yang terdampak, dengan empat di antaranya mengalami kerusakan paling serius. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dampak yang sangat besar, yaitu 290 warga meninggal dunia, 188 orang hilang, 360.000 keluarga merasakan dampaknya, dan lebih dari 500.000 jiwa mengungsi.
Kholid menekankan bahwa angka-angka statistik ini mewakili saudara sebangsa. Ia mengajak masyarakat mendoakan korban wafat dan membantu pemulihan bagi yang terluka. Ia juga menegaskan bahwa penanganan bencana dengan skala sebesar ini tidak mungkin diselesaikan hanya oleh satu pihak.
Ketua Umum PKS, Almuzzammil Yusuf, telah menginstruksikan seluruh jajaran kader, struktur partai, dan pejabat publik PKS di seluruh Indonesia untuk segera menggalang upaya solidaritas. Bantuan yang disalurkan oleh PKS dihimpun dari pemotongan gaji para anggota Fraksi PKS di DPR RI.
Kegiatan penyaluran bantuan PKS dilakukan secara berkelanjutan, setelah sebelumnya memberikan bantuan di Sumatera Barat, PKS kemudian bergerak ke Sumatera Utara. Sementara itu, rombongan terpisah yang dipimpin oleh Ketua Fraksi PKS DPR RI, Abdul Kharis, dikirim menuju Aceh.
Kholid menegaskan bahwa musibah ini bukanlah tragedi lokal, melainkan “musibah seluruh bangsa Indonesia.”
Melihat dampak lintas provinsi yang luas dan masif, Kholid mendesak pemerintah pusat untuk mempertimbangkan penetapan status bencana nasional. Menurutnya, langkah ini krusial untuk memastikan mobilisasi sumber daya, terutama dalam fase penanganan pascabencana, dapat terlaksana secara optimal.
“Rumah-rumah hancur, infrastruktur rusak, dan jumlah korban meninggal serta hilang sudah mencapai angka yang sangat besar diperkirakan lebih dari 700 meninggal dan sekitar 400 hilang. Penanganan pascabencana memerlukan dukungan total dari pemerintah pusat,” pungkasnya.
Mengakhiri pernyataannya, Kholid berdoa agar tidak terjadi bencana susulan dan berharap proses evakuasi, penyelamatan, rekonstruksi, dan rehabilitasi dapat berjalan secepat dan sebaik mungkin.
Sebagai informasi tambahan, pemerintah sebelumnya telah mengambil berbagai langkah untuk memulihkan kehidupan masyarakat, termasuk penyaluran bantuan pangan dan non-pangan ke daerah terisolasi, perbaikan jalur vital yang terputus, serta pemulihan infrastruktur penting seperti listrik dan telekomunikasi.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !
Editor : Robbi Firmansyah (Tim Redaksi Gardupedia.com)


Comment